PANDAAN, Radar Bromo - Kunjungan lapangan tim juri Lomba Inovasi Kabupaten Pasuruan Maju, Sejahtera dan Berkeadilan (INOPAMAS) 2026 memasuki hari kedua, Selasa (19/5).
Panitia sengaja memboyong tim juri, untuk memverifikasi langsung tujuh inovator yang berlaga di kategori pendidikan, milenial, serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Ketujuh inovator yang didatangi, tersebar di beberapa titik. Di antaranya adalah Yayasan Izzatiniyah, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol; SMPN 2 Gempol; SDN Baujeng I; SMPN 1 Pandaan; SMPN 2 Sukorejo; M. Abdul Hadif di SMA Ma'arif Pandaan serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.
Setibanya di masing-masing lokasi, tim juri tidak hanya mendengarkan paparan teori. Tetapi juga, menyaksikan demonstrasi dan praktik langsung dari para inovator.
Salah satu aksi yang menarik perhatian, adalah demonstrasi di laboratorium IPA SMPN 1 Pandaan.
Di sana, para pelajar menunjukkan inovasi bertajuk "Lili Je Linteng" (Lilin Jelantah Ramah Lingkungan), sebuah proyek pemanfaatan limbah minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi.
"Kami memanfaatkan limbah minyak jelantah dari lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, untuk diolah menjadi lilin aromaterapi yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis," jelas Dyna Akhiva, siswi kelas IX yang menjadi perwakilan inovator SMPN 1 Pandaan.
Dyna menambahkan, inovasi ini sengaja dirancang dengan metode pembuatan yang relatif mudah agar bisa diaplikasikan oleh siapa saja secara mandiri di rumah.
Anggota tim juri dari unsur pemerintahan yang juga menjabat sebagai Asisten 3 Administrasi Umum dan Keuangan Pemkab Pasuruan, Diana Lukita Rahayu, menegaskan, kunjungan lapangan ini merupakan tahapan krusial untuk mencocokkan data di atas kertas dengan realita di lapangan.
"Melalui kunjungan lapangan ini, kami ingin melihat bukti nyata. Kami mengroscek langsung bagaimana penggunaannya, apa manfaatnya, sejauh mana dampaknya bagi masyarakat, dan berapa banyak orang yang telah merasakan manfaatnya. Namun yang paling utama, kami mencari keunikan dari inovasi tersebut," tegas Diana. (zal/one/*)
Editor : Jawanto Arifin