PASURUAN, Radar Bromo–Ancaman banjir rob yang sempat dikeluarkan BMKG benar adanya. Sejumlah kawasan di pesisir Kota dan Kabupaten Pasuruan terendam air, Senin (18/5). Jalan hingga permukiman warga tergenang akibat naiknya air laut yang mencapai pasang maksimum 3,0 meter.
Di Kota Pasuruan, banjir rob menerjang Kelurahan Tambaan, Kelurahan Ngemplakrejo, kawasan Pelabuhan Pasuruan, Kelurahan Panggungrejo, Kelurahan Mandaranrejo. Di wilayah Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, genangan terpantau mulai terjadi sejak pagi. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 20 sentimeter.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno mengatakan, banjir rob kali ini dipicu tingginya pasang air laut sehingga aliran air dari daratan tidak dapat mengalir ke laut.
“Banjir rob memang biasa terjadi di kawasan pesisir saat pasang air laut mencapai 3,0 meter. Air laut meluap dan menyebabkan genangan di jalan maupun permukiman warga,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pemantauan pada pukul 10.00 menunjukkan kondisi pasang laut masih cukup tinggi. Namun genangan diperkirakan mulai surut sekitar pukul 11.30 WIB.
Begitupula di pesisir Kabupaten Pasuruan. Sejumlah wilayah terdampak banjir rob meliputi Desa Semare, Desa Kalirejo (Kecamatan Kraton), Desa Tambak Lekok, Desa Jatirejo, Desa Wates, Desa Semedusari (Kecamatan Lekok), Desa Kedawang hingga Desa Mlaten (Kecamatan Nguling).
“Kami mengimbau masyarakat pesisir tetap waspada, terutama warga yang beraktivitas di sekitar tambak dan jalur pesisir karena potensi ROB masih terjadi sampai 19 Mei 2026,” tambah Edy Suseno.
Baca Juga: Selama Sepekan ke Depan, Warga di Pesisir Pasuruan-Probolinggo Diminta Waspada Banjir Rob
Fenomena banjir rob di wilayah pesisir Pasuruan diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga 19 Mei 2026.
Sementara itu, Camat Panggungrejo Iman Hidayat menyatakan, pihaknya langsung melakukan penelusuran ke sejumlah titik banjir rob yang mayoritas berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo.
“Kami langsung turun melakukan penelusuran di lokasi-lokasi terdampak. Memang mayoritas genangan berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo,” katanya.
Dari hasil peninjauan tersebut, pihak kecamatan menemukan salah satu solusi penanganan di wilayah Kelurahan Tambaan, yakni dengan meninggikan plengsengan untuk menahan luapan air laut.
“Nanti akan kami ajukan ke dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Iman menyebut, untuk wilayah lain yang juga terdampak banjir ROB, pihaknya masih terus mencari solusi penanganan agar genangan tidak terus berulang saat air laut pasang.
“Untuk titik lainnya masih kami carikan solusi yang tepat sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni