Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Rob Kembali Rendam Pesisir Pasuruan, Ini Wilayah yang Terendam

Fuad Alyzen • Senin, 18 Mei 2026 | 17:59 WIB
SEBELUM SURUT: Personel Satpolairud berjalan di genangan akibat banjir rob di Jalan MT Haryono Kelurahan Mandaranrejo, Senin (18/5) pagi. (Foto: Fuad Alyzen Jawa Pos Radar Bromo)
SEBELUM SURUT: Personel Satpolairud berjalan di genangan akibat banjir rob di Jalan MT Haryono Kelurahan Mandaranrejo, Senin (18/5) pagi. (Foto: Fuad Alyzen Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar BromoAncaman banjir rob yang sempat dikeluarkan BMKG benar adanya. Sejumlah kawasan di pesisir Kota dan Kabupaten Pasuruan terendam air, Senin (18/5). Jalan hingga permukiman warga tergenang akibat naiknya air laut yang mencapai pasang maksimum 3,0 meter.

Di Kota Pasuruan, banjir rob menerjang Kelurahan Tambaan, Kelurahan Ngemplakrejo, kawasan Pelabuhan Pasuruan, Kelurahan Panggungrejo, Kelurahan Mandaranrejo. Di wilayah Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, genangan terpantau mulai terjadi sejak pagi. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 20 sentimeter.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno mengatakan, banjir rob kali ini dipicu tingginya pasang air laut sehingga aliran air dari daratan tidak dapat mengalir ke laut.

“Banjir rob memang biasa terjadi di kawasan pesisir saat pasang air laut mencapai 3,0 meter. Air laut meluap dan menyebabkan genangan di jalan maupun permukiman warga,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pemantauan pada pukul 10.00 menunjukkan kondisi pasang laut masih cukup tinggi. Namun genangan diperkirakan mulai surut sekitar pukul 11.30 WIB.

Begitupula di pesisir Kabupaten Pasuruan. Sejumlah wilayah terdampak banjir rob meliputi Desa Semare, Desa Kalirejo (Kecamatan Kraton), Desa Tambak Lekok, Desa Jatirejo, Desa Wates, Desa Semedusari (Kecamatan Lekok), Desa Kedawang hingga Desa Mlaten (Kecamatan Nguling).

“Kami mengimbau masyarakat pesisir tetap waspada, terutama warga yang beraktivitas di sekitar tambak dan jalur pesisir karena potensi ROB masih terjadi sampai 19 Mei 2026,” tambah Edy Suseno.

Baca Juga: Selama Sepekan ke Depan, Warga di Pesisir Pasuruan-Probolinggo Diminta Waspada Banjir Rob

Fenomena banjir rob di wilayah pesisir Pasuruan diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga 19 Mei 2026.

Sementara itu, Camat Panggungrejo Iman Hidayat menyatakan, pihaknya langsung melakukan penelusuran ke sejumlah titik banjir rob yang mayoritas berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo.

“Kami langsung turun melakukan penelusuran di lokasi-lokasi terdampak. Memang mayoritas genangan berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo,” katanya.

Dari hasil peninjauan tersebut, pihak kecamatan menemukan salah satu solusi penanganan di wilayah Kelurahan Tambaan, yakni dengan meninggikan plengsengan untuk menahan luapan air laut.

“Nanti akan kami ajukan ke dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Iman menyebut, untuk wilayah lain yang juga terdampak banjir ROB, pihaknya masih terus mencari solusi penanganan agar genangan tidak terus berulang saat air laut pasang.

“Untuk titik lainnya masih kami carikan solusi yang tepat sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujarnya. (zen/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#banjir rob #bpbd