Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ada Kabar Pencurian Udang di Kraton Pasuruan, Polisi Bilang Begini

Fuad Alyzen • Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

PASURUAN, Radar Bromo – Maraknya laporan kejahatan palsu kembali terjadi di wilayah Pasuruan. Kali ini ada informasi dugaan pencurian udang di tambak wilayah Kecamatan Kraton. Kabar itu dipastikan kepolisian tidak benar alias hoaks.

Informasi tersebut sempat beredar luas di media sosial dan grup percakapan WhatsApp. Dalam narasi yang beredar disebutkan adanya sejumlah anak muda yang mencuri udang di tambak Desa Gerongan, Kecamatan Kraton.

Bahkan disebut salah satu pelaku diamankan warga, diajak ngopi bersama hingga akhirnya dimediasi di Polsek Kraton karena masih di bawah umur.

Kapolsek Kraton AKP Rio Sagita menegaskan, kabar tersebut tidak benar. Setelah dilakukan penelusuran, pihaknya memastikan tidak ada kejadian sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

“Berita itu hoax. Setelah kami telusuri, tidak terdapat kejadian di wilayah hukum Polsek Kraton maupun proses penyelesaian perkara seperti yang beredar,” ujar AKP Rio Sagita.

Dia juga memastikan, hingga saat ini tidak ada laporan polisi maupun pengamanan pelaku pencurian udang sebagaimana narasi yang tersebar di masyarakat.

Menurutnya, informasi palsu semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Karena itu, warga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Betul laporan palsu. Kami mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah membagikan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, penyebaran berita palsu dapat memicu keresahan dan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Masyarakat  harus selalu cek dan ricek terhadap informasi yang diterima. Jangan mudah percaya dan langsung menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” kata Aipda Junaidi.

Dia meminta warga segera mengonfirmasi kepada kepolisian maupun perangkat desa setempat apabila menerima informasi terkait kejadian kriminal atau gangguan kamtibmas yang meragukan. “Kalau menerima informasi yang belum pasti, silakan tanyakan langsung ke kepolisian atau pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kepanikan di masyarakat,” imbuhnya.

Belakangan ini, laporan maupun unggahan hoaks terkait tindak kriminal memang marak muncul di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Polisi berharap masyarakat lebih bijak bermedia sosial dan tidak ikut memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
#hoax #kraton #pencurian