PASURUAN, Radar Brono – Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Pasuruan dan Probolinggo harus meningkatkan kewaspadaan dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya potensi banjir rob akibat fenomena pasang air laut maksimum yang diprediksi terjadi mulai Sabtu (16/5) hingga Kamis (21/5) mendatang.
Berdasarkan data yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, fenomena alam ini dipicu oleh siklus bulanan posisi bulan baru (new moon). Fase ini memicu pasang air laut maksimum yang diperkirakan terjadi setiap pukul 09.00 hingga 12.00.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi menjelaskan bahwa kondisi new moon ini memberikan daya tarik gravitasi yang lebih kuat terhadap volume air laut.
Dampaknya, ketinggian pasang air laut di area pesisir Jawa Timur diproyeksikan bisa mencapai 120 hingga 160 sentimeter dari rata-rata permukaan air laut (DPL).
"Fenomena ini murni karena faktor astronomis fase bulan baru. Dampak yang masuk ke daratan atau pemukiman warga diperkirakan berupa genangan air dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter," ujar Rendy Irawadi saat dikonfirmasi.
Meski ketinggian genangan di darat tergolong rendah hingga sedang, Rendy mewanti-wanti agar masyarakat tidak meremehkan dampaknya.
Sebab, genangan air asin ini berpotensi mengganggu berbagai sektor vital di kawasan pesisir.
"Air laut yang naik ke daratan ini tentu dapat mengganggu kelancaran transportasi di sekitar pelabuhan dan jalanan pesisir. Selain itu, aktivitas ekonomi warga setempat seperti petani garam dan sektor perikanan dipastikan akan terdampak. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan juga berpotensi terhambat pada jam-jam puncak pasang tersebut," imbuh Rendy.
Kawasan Pasuruan dan Probolinggo masuk dalam daftar wilayah pesisir Jawa Timur Timur yang berpotensi tinggi terdampak, bersama dengan wilayah lain. Daerah itu seperti Surabaya, Sidoarjo, Jember, hingga Bangkalan.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini. Mulai dari mengamankan barang-barang berharga, memantau kondisi tanggul tambak, hingga memastikan kendaraan tidak terjebak genangan air rob yang bersifat korosif. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto