PASURUAN, Radar Bromo—Peninggian Jembatan Book Wedi di Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, ditarget rampung lebih cepat.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta agar jembatan nasional ini bisa selesai Oktober 2026. Sehingga bisa difungsikan normal saat Natal dan tahun baru (Nataru).
Hal ini terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) Menteri PU Dody Hanggodo ke lokasi jembatan, Minggu (17/5) sekitar pukul 11.00. Dalam kunjungannya, Menteri menilai progres pengerjaan cukup positif. Namun dia meminta kontraktor untuk menuntaskan proyek lebih cepat dari kontrak.
“Kalau kontraknya itu rampung November. Tapi kami minta agar bisa selesai sebelum itu. Bisa rampung Oktober,” kata Dody saat ditemui di lokasi.
Dody menyebut, selama ini Jembatan Book Wedi merupakan jalur vital masyarakat. Sebab, menjadi akses utama dari Surabaya menuju Bali dan sebaliknya.
Keberadaan jembatan ini berdampak besar pada mobilitas warga dan distribusi logistik, khususnya saat musim liburan akhir tahun.
Namun jembatan ini sering terendam saat musim hujan. Sungai Petung yang dangkal menyebabkan debit air naik tinggi ketika hujan deras di hulu, sehingga meluber hingga jalan nasional. Tercatat, sudah terjadi 15 kali banjir di lokasi ini selama Januari hingga Maret 2026.
Karena itulah, struktur jembatan kemudian ditinggikan. “Jalan nasional tidak ikut ditinggikan karena saya lihat kondisinya masih sangat baik. Kalau jembatan ditinggikan, jalan tidak akan terendam,” jelasnya.
Peninggian jembatan direncanakan sekitar tiga meter dari aspal jalan atau satu meter 10 sentimeter di atas muka air banjir. Ini sebagai solusi agar air sungai tidak lagi menggenangi jalan.
Editor : Muhammad Fahmi