Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Book Wedi Pasuruan Dikebut 24 Jam agar Siap Difungsikan Oktober sebelum Nataru

Fahrizal Firmani • Minggu, 17 Mei 2026 | 17:12 WIB

 

MASUK TAHAP STRUKTUR: Sejumlah pekerja di Jembatan Book Wedi sedang mengerjakan abutmen, pangkal jembatan yang berfungsi sebagai penopang utama. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MASUK TAHAP STRUKTUR: Sejumlah pekerja di Jembatan Book Wedi sedang mengerjakan abutmen, pangkal jembatan yang berfungsi sebagai penopang utama. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar BromoPeninggian Jembatan Book Wedi di Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, ditarget rampung lebih cepat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta agar jembatan nasional ini bisa selesai Oktober 2026. Sehingga bisa difungsikan normal saat Natal dan tahun baru (Nataru).

Hal ini terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) Menteri PU Dody Hanggodo ke lokasi jembatan, Minggu (17/5) sekitar pukul 11.00. Dalam kunjungannya, Menteri menilai progres pengerjaan cukup positif. Namun dia meminta kontraktor untuk menuntaskan proyek lebih cepat dari kontrak.

“Kalau kontraknya itu rampung November. Tapi kami minta agar bisa selesai sebelum itu. Bisa rampung Oktober,” kata Dody saat ditemui di lokasi.

Dody menyebut, selama ini Jembatan Book Wedi merupakan jalur vital masyarakat. Sebab, menjadi akses utama dari Surabaya menuju Bali dan sebaliknya.

Keberadaan jembatan ini berdampak besar pada mobilitas warga dan distribusi logistik, khususnya saat musim liburan akhir tahun.

Baca Juga: Pengalihan Arus Lalu Lintas Imbas Perbaikan Jembatan Book Wedi Pasuruan, JLS Kian Padat Kendaraan, Warga Takut Melintas

Namun jembatan ini sering terendam saat musim hujan. Sungai Petung yang dangkal menyebabkan debit air naik tinggi ketika hujan deras di hulu, sehingga meluber hingga jalan nasional. Tercatat, sudah terjadi 15 kali banjir di lokasi ini selama Januari hingga Maret 2026.

Karena itulah, struktur jembatan kemudian ditinggikan. “Jalan nasional tidak ikut ditinggikan karena saya lihat kondisinya masih sangat baik. Kalau jembatan ditinggikan, jalan tidak akan terendam,” jelasnya.

Peninggian jembatan direncanakan sekitar tiga meter dari aspal jalan atau satu meter 10 sentimeter di atas muka air banjir. Ini sebagai solusi agar air sungai tidak lagi menggenangi jalan.

Editor : Muhammad Fahmi
#jembatan book wedi #pasuruan #nataru #bugul kidul