PASURUAN, Radar Bromo - Suasana kerja di proyek pembangunan Kantor Koramil 0819/08 Rejoso, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi kepanikan, Sabtu (16/5) pagi.
Penyebabnya, seorang pekerja bangunan bernama Suwadi, 44, warga Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, tersengat aliran listrik hingga tidak sadarkan diri di atas atap bangunan.
Peristiwa memprihatinkan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu, korban bersama rekan-rekannya, sedang beraktivitas di ketinggian untuk memasang genteng dan bubungan atap.
Mengingat lokasi proyek yang sangat dekat dengan jaringan kabel utama PLN, risiko tinggi sebenarnya sudah membayangi para pekerja sejak awal.
Nahas, saat korban sedang membantu mengukur kelurusan pemasangan atap menggunakan tali penarik, sengatan listrik langsung menyambar tubuhnya.
Basori, 40, salah satu rekan kerja korban mengaku, sempat melihat percikan api yang mendadak muncul dan membakar bagian kaki korban. “Korban langsung ambruk dan pingsan di atas bangunan,” ungkapnya.
Evakuasi berlangsung dramatis karena posisi korban yang berada di ketinggian.
Setelah berhasil diturunkan oleh rekan-rekan kerjanya, Suwadi yang menderita luka bakar langsung dilarikan ke Puskesmas Rejoso untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun, karena kondisi luka bakarnya membutuhkan penanganan intensif, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Bangil.
Komandan Koramil 0819/08 Rejoso, Kapten Cpl Adia Warman, menguraikan, pihaknya terus mendampingi korban sejak dievakuasi hingga menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia menjelaskan, pihak Koramil sebenarnya telah berulang kali mengingatkan pekerja untuk waspada.
Mereka juga sempat berkoordinasi dengan PLN, untuk pemadaman listrik sementara.
Namun rencana tersebut urung dilakukan, demi menjaga pasokan listrik masyarakat sekitar.
Pascainsiden tragis ini, pihak Koramil langsung menyurati kembali PLN untuk mencari jalan keluar yang aman.
Meskipun proyek pembangunan Kantor Koramil tetap dilanjutkan, pengawasan keselamatan kerja (K3) kini diperketat guna memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali di tengah trauma yang masih menyelimuti para pekerja. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin