PASURUAN, Radar Bromo- Pengguna jalan yang biasa melintas di ruas jalur lingkar selatan (JLS) di Kota Pasuruan harus lebih berhati hati. Sebabnya ruas jalan nasional mulai sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto hingga Hasyim Asyari, bergelombang di beberapa titik.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, gelombang di ruas JLS ini terpantau menyebar di sejumlah titik. Baik di sisi barat ataupun timur.
Mulai dari pertigaan Blandongan dekat terminal baru hingga ke arah selatan sebelum jembatan bookwedi. Kerusakan jalan ini makin banyak sejak volume kendaraan yang melalui JLS makin banyak.
Beberapa kendaraan yang melintas pun harus sedikit melambat agar tidak celaka. Mengingat jalur nasional itu saat ini padat dilalui banyak kendaraan mulai roda dua, roda empat ataupun lebih dampak pengalihan akibat penutupan jalur pantura.
Memamg sejak awal April, volume kendaraan yang melalui jalur utama menuju Malang itu lebih padat daripada sebelumnya.
Sebab jalur pantura ditutup karena ada perbaikan jembatan bookwedi. Semua kendaraan dari arah timur yang hendak ke barat atau sebaliknya harus melalui JLS ini.
Lurah Blandongan, Bugul Kidul, Saifuddin Zuhri menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui kondisi JLS yang penuh dengan gelombang. Namun kewenangan pengalihan arus lalin melalui JLS itu berada di Dinas Perhubungan (dishub) dan Satlantas Polres Pasuruan Kota.
"Kewenangan kami sebagai lurah hanya menyampaikan kondisi jalan yang bergelombang akibat penutupan jalan itu pada pelaksana, satlantas atau dishub," jelas Zuhri.
Jawa Pos Radar Bromo berupaya meminta keterangan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko.
Namun saat dihubungi yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan karena masih ada agenda rapat. "Mohon maaf ya mas. Saya masih rapat," jelas Gustap. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto