Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Aspal di JLS Kota Pasuruan Makin Bergelombang dan Bahayakan Pengendara setelah Volume Makin Padat saat Ada Proyek Perbaikan Jembatan Bookwedi

Fahrizal Firmani • Rabu, 13 Mei 2026 | 17:27 WIB
PADAT KENDARAAN: Aspal di ruas jalur lingar selatan tepatnya di Blandongan yang tampak bergelombang dan bahayakan pengfendara. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PADAT KENDARAAN: Aspal di ruas jalur lingar selatan tepatnya di Blandongan yang tampak bergelombang dan bahayakan pengfendara. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 PASURUAN, Radar Bromo- Pengguna jalan yang biasa melintas di ruas jalur lingkar selatan (JLS) di Kota Pasuruan  harus lebih berhati hati. Sebabnya ruas jalan nasional mulai sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto hingga Hasyim Asyari, bergelombang di beberapa titik.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, gelombang di ruas JLS ini terpantau menyebar di sejumlah titik. Baik di sisi barat ataupun timur.

Mulai dari pertigaan Blandongan dekat terminal baru hingga ke arah selatan sebelum jembatan bookwedi. Kerusakan jalan ini makin banyak sejak volume kendaraan yang melalui JLS makin banyak.

Beberapa kendaraan yang melintas pun harus sedikit melambat agar tidak celaka. Mengingat jalur nasional itu saat ini padat dilalui banyak kendaraan mulai roda dua, roda empat ataupun lebih dampak pengalihan akibat penutupan jalur pantura.

Memamg sejak awal April, volume kendaraan yang melalui jalur utama menuju Malang itu lebih padat daripada sebelumnya.

Sebab jalur pantura ditutup karena ada perbaikan jembatan bookwedi. Semua kendaraan dari arah timur yang hendak ke barat atau sebaliknya harus melalui JLS ini.

Lurah Blandongan, Bugul Kidul, Saifuddin Zuhri menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui kondisi JLS yang penuh dengan gelombang. Namun kewenangan pengalihan arus lalin melalui JLS itu  berada di Dinas Perhubungan (dishub) dan Satlantas Polres Pasuruan Kota.

"Kewenangan kami sebagai lurah hanya menyampaikan kondisi jalan yang bergelombang akibat penutupan jalan itu pada pelaksana, satlantas atau dishub," jelas Zuhri.

BAHAYA: Pemotor melintas di antara gundukan aspal yang bergelombang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BAHAYA: Pemotor melintas di antara gundukan aspal yang bergelombang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Jawa Pos Radar Bromo berupaya meminta keterangan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko.

Namun saat dihubungi yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan karena masih ada agenda rapat. "Mohon maaf ya mas. Saya masih rapat," jelas Gustap. (riz/fun)

Editor : Fandi Armanto
#Bookwedi #JLS #perbaikan jembatan #bbpjn