GEMPOL, Radar Bromo - Musibah kebakaran hebat melanda kawasan industri di Dusun Raos Baru, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (11/5) pagi.
Dua gudang produksi pengolahan serbuk kayu milik PT Capital Protech Synergy (CPS), ludes dilalap si jago merah. Kejadian itu berlangsung, tepat saat aktivitas produksi hendak dimulai kembali setelah vakum selama sepekan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.55 ini, sempat mengejutkan warga sekitar.
Kepulan asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari kejauhan, menandakan besarnya api yang membakar material mudah terbakar di dalam pabrik.
Berdasarkan informasi dari Polsek Gempol, api pertama kali muncul di bagian belakang gudang produksi wood pallet.
Kanitreskrim Polsek Gempol, Aipda M. Rofiq, mengungkapkan, dugaan sementara api dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
"Pemicu kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik di dalam gudang serbuk kayu. Api kemudian menjalar ke mesin conveyor dan dengan cepat merembet ke tumpukan serbuk kayu yang ada di lokasi," jelas Aipda M. Rofiq.
Besarnya kobaran api, membuat proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
Dua unit water cannon dari Pusdik Brimob Watukosek dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat, dengan kehadiran tiga unit mobil Damkar dari Pemkab Pasuruan, satu unit dari Pemkab Sidoarjo, serta satu unit bantuan dari PT Gudang Garam.
Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, tim pemadam akhirnya berhasil menjinakkan api dan melakukan proses pembasahan sekitar pukul 11.00.
Meski mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur gudang dan mesin produksi, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Hal ini dikarenakan aktivitas pabrik baru saja akan dimulai setelah libur selama satu minggu terakhir.
"Kejadian ini nihil korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan sangat besar, ditaksir mencapai Rp 8 miliar," ulas Rofiq. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin