Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Rusak Parah di Watuprapat Nguling Pasuruan Picu Nestapa, Ini yang Dirancang Pemkab untuk Mengatasi

Fuad Alyzen • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:12 WIB
MAKADAM: Jalan Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, yang rusak parah. Tahun ini, perbaikan jalan setempat akan diperbaiki. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)
MAKADAM: Jalan Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, yang rusak parah. Tahun ini, perbaikan jalan setempat akan diperbaiki. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

NGULING, Radar Bromo - Rasa kecewa menyelimuti warga Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling.

Akses utama desa sepanjang tiga kilometer ini, dilaporkan telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun.

Selama itupula, tidak ada sentuhan perbaikan yang berarti dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi dan mobilitas warga, kini berubah menjadi jalur berbahaya yang kerap memakan korban.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi permukaan jalan yang tidak lagi rata. Jalan didominasi lubang-lubang dalam, yang mengancam keselamatan pengendara.

Terutama saat musim hujan tiba, ketika lubang-lubang tersebut tertutup genangan dan menjadi licin.

"Kami merasa dianaktirikan. Desa-desa lain jalannya sudah mulus, sementara di sini seolah terlupakan," keluh Hermanto, 36, warga setempat.

Ia menyebut, kerusakan ini tidak hanya merusak kendaraan. Tetapi juga, melukai harga diri warga saat ada tamu yang berkunjung.

"Jujur kami malu, akses ke desa sendiri kondisinya memprihatinkan," tambahnya.

Senada dengan warga, Kepala Desa Watuprapat, Mariyono, mengungkapkan bahwa pengaspalan terakhir, dilakukan pada tahun 2008 silam.

Selama 16 tahun terakhir, pihak desa hanya bisa melakukan penanganan darurat, dengan menaburkan tanah urug. Agar jalan tetap bisa dilintasi, meski cara ini sia-sia saat diterjang hujan.

"Sudah tidak terhitung berapa banyak warga yang jatuh di sini. Harapan kami hanya satu, jalan yang layak demi kenyamanan dan keamanan warga menuju pusat layanan desa," tegas Mariyono.

Di tengah rasa kecewa itu, kabar baik akhirnya muncul dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan. Penantian panjang warga Watuprapat diprediksi akan segera berakhir.

Sub Koordinator Perencanaan Bidang Pemeliharaan, Erna Sukesi, menyatakan perbaikan jalan Watuprapat telah resmi masuk dalam program kerja tahun anggaran 2026.

Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 950 juta, untuk memulihkan akses tersebut.

"Rencana perbaikan sudah kami kunci untuk tahun 2026, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 950 juta," jelas Erna. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pasuruan #jalan rusak #nguling #pemkab pasuruan