LUMBANG, Radar Bromo - Pihak kepolisian tengah bekerja keras mendalami kasus teror ledakan bondet (bom ikan), yang menyasar sebuah rumah di Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang.
Meski minim saksi mata yang melihat langsung kejadian pada Kamis (7/5) dini hari tersebut, penyidik kini memfokuskan upaya pada identifikasi terduga pelaku, melalui hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Lumbang AKP Marti, menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam atas aksi yang meresahkan warga ini.
Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan kepingan bukti. Serta keterangan tambahan, untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.
"Proses penyelidikan masih berjalan intensif. Kami terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, guna mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik pelemparan ini," ujar Marti.
Tantangan utama yang dihadapi petugas, adalah kondisi lokasi yang sangat gelap saat kejadian.
Serta absennya saksi mata di sekitar lokasi. Pemilik rumah, Raharjo, diketahui sedang tertidur lelap saat ledakan terjadi.
Sementara istrinya, Sutrisnowati, hanya mendengar dentuman keras tanpa sempat melihat sosok pelaku yang melarikan diri di kegelapan malam.
"Istri korban langsung membangunkan suaminya, sesaat setelah mendengar ledakan. Begitu diperiksa, kaca jendela sudah hancur berantakan dan kursi teras mengalami kerusakan," tambah Kapolsek.
Walaupun insiden ini hanya menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp 500 ribu dan tidak memakan korban jiwa, pihak kepolisian memberikan perhatian serius.
Karena penggunaan bahan peledak jenis bondet, sangat membahayakan keselamatan publik.
Patroli wilayah dan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat ditingkatkan, guna mencegah aksi serupa terulang kembali di wilayah hukum Lumbang. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin