PURWOSARI, Radar Bromo - Pusat Jajanan Rakyat (Jarwo) yang berlokasi di Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, bersiap memasuki babak baru.
Aset milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang berdiri di atas lahan eks pasar hewan sejak 2014 itu, akan segera ditata ulang oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag), untuk mengoptimalkan potensinya yang selama ini jalan di tempat.
Meski memiliki fasilitas yang tergolong lengkap, mulai dari area parkir yang luas, puluhan kios, musala, hingga arena gantangan burung, kondisi Pasar Jarwo saat ini cukup memprihatinkan.
Dari total 24 kios yang tersedia, tercatat hanya empat kios yang masih aktif beroperasi. Sementara sisanya, memilih tutup akibat sepinya pengunjung.
Kepala UPT Pengelolaan Pasar Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Iwan Wahyudi, mengakui, pengelolaan selama ini belum mencapai titik maksimal.

"Tahun ini, kami fokus pada penataan ulang. Saat ini prosesnya masih dalam tahap perencanaan dan pematangan konsep, agar pasar ini lebih ramai. Baik dari sisi pedagang maupun pengunjung," ujarnya.
Langkah serius pemkab ini, dipertegas dengan kunjungan mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo, pekan lalu.
Didampingi jajaran kepala Diskoperindag, Camat Purwosari, hingga Kepala Desa Martopuro, Bupati meninjau langsung kondisi lapangan untuk memastikan revitalisasi ini tepat sasaran.
Transformasi dari eks pasar hewan menjadi rest area, hingga kini menjadi pusat jajanan, diharapkan tidak lagi sekadar pergantian nama.
Penataan ulang tahun ini, membawa harapan besar bagi warga Martopuro. Agar Pasar Jarwo kembali berdenyut.
Sehingga, menjadi pusat ekonomi kerakyatan yang membanggakan di wilayah Purwosari. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin