Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Identifikasi Ciri Khusus pada Jari Kaki, Jenazah Perempuan yang Mengambang di Perairan Masih Misteri

Fuad Alyzen • Kamis, 7 Mei 2026 | 01:02 WIB
EVAKUASI: Petugas kepolisian, kesehatan, pemerintah desa serta warga saat mengevakuasi jenazah korban. (Dokumen Radar Bromo)
EVAKUASI: Petugas kepolisian, kesehatan, pemerintah desa serta warga saat mengevakuasi jenazah korban. (Dokumen Radar Bromo)

NGULING, Radar Bromo - Teka-teki identitas jenazah perempuan yang ditemukan mengapung di perairan Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, hingga Rabu (6/5), masih belum terpecahkan.

Pihak Kepolisian Resor Pasuruan Kota kini terus berpacu dengan waktu, untuk mengungkap siapa sosok malang tersebut, melalui identifikasi sidik jari dan penelusuran laporan orang hilang.

Meski saat ditemukan pada Selasa (5/5) siang tidak ada satu pun kartu identitas yang melekat, polisi menyebut kondisi fisik jenazah masih cukup baik untuk dikenali oleh kerabat dekat.

Kini, kunci utama pengungkapan identitas korban ada pada sebuah ciri fisik yang sangat spesifik.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, mengimbau masyarakat untuk memperhatikan detail khusus pada anggota tubuh korban.

"Kami menemukan ciri yang sangat menonjol, yakni adanya cacat fisik pada jari manis kaki sebelah kiri. Ini adalah petunjuk krusial bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor," tegasnya.

Lokasi penemuan yang berada di wilayah perbatasan laut, membuat pihak kepolisian memperluas jangkauan pencarian informasi.

Koordinasi telah dilakukan dengan polsek jajaran serta perangkat desa di sepanjang pesisir Pasuruan hingga Probolinggo, mengingat kuatnya kemungkinan jenazah terbawa arus laut dari wilayah lain.

Hingga saat ini, jenazah masih disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit untuk menjalani prosedur visum.

Meski hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan ekstrem, polisi tetap melakukan penyelidikan secara terbuka dan menyeluruh.

"Fokus prioritas kami saat ini, adalah mengidentifikasi korban agar jenazah bisa segera dikembalikan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penghormatan terakhir dan dimakamkan dengan layak," bebernya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pasuruan #perempuan #penemuan mayat