PEMERINTAH Desa Randuati, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, terus berinovasi dalam memperkuat struktur ekonomi desa.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ini fokus mengembangkan sektor peternakan ayam petelur, sebagai motor penggerak baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Saat ini, unit usaha tersebut telah mengelola sekitar 500 ekor ayam yang mampu memproduksi sedikitnya 20 kilogram telur setiap harinya.
Kepala Desa Randuati, Suriyah, menjelaskan, program ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Karena baru berjalan beberapa bulan, omzet yang ada saat ini masih diprioritaskan untuk putar modal, seperti biaya pakan dan sewa. Namun ke depan, target utama kami adalah memberikan kontribusi nyata bagi PAD,” terang Suriyah.

Sebenarnya, 500 ayam petelur tersebut didapatkan dari pemanfaatan anggaran tahun kemarin.
Melihat potensi yang menjanjikan, Suriyah berencana menambah populasi ayam sebanyak 300 ekor tahun ini, menggunakan anggaran desa.
Tak hanya itu, inovasi ramah lingkungan juga disiapkan dengan membangun kolam lele di bawah kandang ayam (sistem longyam).
Strategi ini diambil, untuk meminimalisir bau kotoran sekaligus mengoptimalkan lahan.
“Kami sudah riset agar ekosistemnya tetap bersih. Kolam akan dikuras rutin sehingga lele tetap sehat dan lingkungan sekitar tidak terganggu,” bebernya.
Wujudkan Desa Mandiri dengan Koperasi Desa Merah-Putih
Pemerintah Desa Randuati, Kecamatan Nguling, terus memacu pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah-Putih, sebagai pilar baru ekonomi kerakyatan.
Saat ini, proyek yang berlokasi strategis di jalur utama desa tersebut, telah mencapai progres pembangunan sebesar 40 persen.
Kepala Desa Randuati, Suriyah, menjelaskan Kopdes ini diproyeksikan menjadi pusat niaga terpadu.

Rencananya, akan tersedia enam unit pertokoan yang menyediakan kebutuhan vital warga. Mulai dari sembako, pupuk, hingga pangkalan gas LPG.
"Mayoritas warga kami adalah petani. Maka ketersediaan pupuk dan gas LPG, menjadi prioritas di Kopdes ini. Kami ingin memastikan, rantai pasok kebutuhan dasar masyarakat, tetap aman dan terjangkau," ujar Suriyah.
Lebih dari sekadar toko, Kopdes Merah-Putih dirancang untuk menyerap hasil bumi petani setempat.
Dengan sistem dari rakyat untuk rakyat, petani dapat menjual hasil panennya ke koperasi untuk dipasarkan kembali.
Sehingga nilai tukar petani meningkat dan inflasi di tingkat desa dapat ditekan.
Bersamaan dengan proyek tersebut, Pemdes Randuati juga melakukan pembenahan infrastruktur pendukung, berupa pembangunan jembatan akses dan normalisasi drainase.
"Kawasan ini, sebelumnya rawan genangan. Jadi, selain membangun akses koperasi, kami sekalian merapikan saluran air agar aliran lancar dan bebas banjir," tambahnya. (ran/one/*)
Editor : Jawanto Arifin