PASURUAN, Radar Bromo— Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa berbeda di Desa Gajahrejo, Purwodadi, Pasuruan.
Bale Pasinaon, sebuah ruang publik berbasis komunitas yang berdiri di tengah kebun dan hutan, menggelar rangkaian lomba bertajuk Saba Kebon 2026 pada Sabtu, 3 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi perayaan sekaligus pengingat bahwa semangat belajar tak harus terbatas pada ruang kelas.
Nama Saba Kebon dipilih dengan penuh makna. Dalam bahasa Jawa, saba atau sobo berarti berkunjung, sementara kebon berarti kebun.
Namun lebih dari sekadar kunjungan, nama ini mencerminkan filosofi kegiatan: belajar di tengah alam terbuka, selaras dengan karakter Bale Pasinaon itu sendiri yang dikelilingi kebun dan pepohonan.
Rangkaian lomba dalam Saba Kebon 2026 meliputi Lomba Mewarnai untuk tingkat TK/RA dan SD/MI, Lomba Menggambar Poster Pendidikan untuk siswa SD kelas 4, 5, dan 6, serta Lomba Memancing yang diperuntukkan bagi bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja warga sekitar.
Peserta sebagian besar merupakan warga sekitar Bale Pasinaon, termasuk anak-anak yang rutin mengaji di tempat tersebut.
Lomba memancing pun berlangsung dengan format yang tak biasa — dan justru itulah yang membuatnya begitu meriah.
Sebelum lomba dimulai, ikan-ikan di kolam telah diberi penanda warna terlebih dahulu. Setiap warna penanda menentukan jenis hadiah yang akan diperoleh pemenangnya, mulai dari sembako hingga alat pertukangan. Ikan yang berhasil ditangkap tanpa penanda pun tetap boleh dibawa pulang oleh pemancingnya.
Namun kejutan sesungguhnya datang setelah pengumuman pemenang. Seluruh peserta diperkenankan masuk langsung ke dalam kolam dan bebas memanen ikan sepuasnya menggunakan alat apa pun — jaring, ember, bahkan kain sarung.
Gelak tawa dan sorak-sorai pun pecah di tepi kolam. Tak heran jika pembawa acara sendiri berkelakar bahwa lomba memancing ini sejatinya adalah kegiatan panen ikan berkedok lomba — dan tak seorang pun tampak keberatan dengan "tipu daya" yang menyenangkan itu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Saba Kebon, yang terdiri dari Pengurus Bale Pasinaon — yakni keluarga besar Bapak Wisnu Sanjaya — beserta para ustazah yang mengajar mengaji di Bale Pasinaon.
Ketua Panitia Saba Kebon 2026 adalah Hasan Basri Hadiwijayanto, putra kedua Bapak Wisnu Sanjaya, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Bale Pasinaon.
Bale Pasinaon sendiri merupakan ruang publik donasi dari Keluarga Wisnu Sanjaya, yang berdiri di atas tanah milik keluarga dan tengah dirintis menjadi sebuah yayasan. Fasilitas yang tersedia meliputi aula, beberapa gubuk gazebo, musala, dan dapur.
Penggunaan fasilitas sebagian besar dapat diakses secara gratis, sementara untuk beberapa kegiatan dikenakan biaya yang sangat terjangkau — sekadar untuk keperluan perawatan dan kebersihan.
Selain menjadi tempat mengaji bagi anak-anak, Bale Pasinaon juga kerap digunakan untuk rapat warga, kegiatan PKK, dan berbagai aktivitas komunitas lainnya.
Kepengurusan Bale Pasinaon terdiri dari Bapak dan Ibu Wisnu Sanjaya bersama putra-putri serta keluarga terdekat mereka — menjadikannya sebuah inisiatif keluarga yang berakar kuat pada nilai kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan digelarnya Saba Kebon 2026, Bale Pasinaon menegaskan dirinya bukan sekadar tempat, melainkan ruang tumbuh bagi komunitas — tempat di mana pendidikan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap lingkungan berpadu dalam satu semangat.
Editor : Muhammad Fahmi