Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Padatnya Permukiman Jadi Tantangan Berat dalam Proses Normalisasi Sungai Petung di Blandongan Pasuruan

Fuad Alyzen • Kamis, 30 April 2026 | 13:18 WIB
DIKERUK: Normalisasi Sungai Petung di wilayah Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan yang diselimuti tantangan, dengan padatnya rumah penduduk. (PSDA Jatim for Radar Bromo)
DIKERUK: Normalisasi Sungai Petung di wilayah Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan yang diselimuti tantangan, dengan padatnya rumah penduduk. (PSDA Jatim for Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Upaya mitigasi banjir di wilayah Kota Pasuruan terus dikebut.

Setelah menuntaskan pengerjaan di Kelurahan Bakalan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, kini mengalihkan fokus normalisasi Sungai Petung ke wilayah Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Pengerjaan yang dimulai sejak Senin (27/4) ini, menyasar aliran sungai sepanjang 1 kilometer, tepatnya di sisi selatan Jembatan Buk Wedi.

Area ini dipilih, sebagai kelanjutan program normalisasi. Tujuannya untuk memastikan aliran air lebih lancar saat debit meningkat. Serta mengurangi risiko luapan air yang kerap menghantui warga sekitar.

Namun, medan di Blandongan, diakui lebih berat dibandingkan wilayah sebelumnya.

Kasi Operasi UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU SDA Jatim, Hizbul Maulana, mengungkapkan, kepadatan bangunan di sepanjang bantaran sungai, menjadi kendala utama dalam menentukan lebar pengerukan secara pasti.

“Kondisi di Blandongan berbeda dengan Bakalan. Di sini, permukiman warga sangat padat hingga ke tepi sungai. Hal ini otomatis menyulitkan ruang gerak alat berat, untuk melakukan pengerukan secara ideal,” ujar Hizbul.

Meski normalisasi biasanya menargetkan pelebaran antara 3 hingga 6 meter, tim di lapangan kini harus bekerja lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan jarak aman bangunan yang ada.

Sementara itu, untuk kedalaman sungai, petugas menargetkan pengerukan sedimen antara 2 hingga 3 meter agar daya tampung air kembali optimal.

Terkait teknis pelaksanaan, pengerjaan difokuskan pada area yang tidak bersentuhan langsung, dengan struktur Jembatan Buk Wedi yang saat ini masih dalam proses perbaikan.

Dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar satu bulan, proyek ini diharapkan tuntas tepat waktu.

“Kami targetkan selesai dalam sebulan. Untuk anggaran, saat ini bersifat dinamis, mengikuti total konsumsi BBM alat berat selama operasional di lapangan,” tambahnya.

Langkah normalisasi ini diharapkan, menjadi solusi jangka pendek yang efektif bagi warga Blandongan. Sembari menunggu perbaikan infrastruktur jembatan rampung sepenuhnya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #sungai petung #normalisasi #padat penduduk