PASURUAN, Radar Bromo - Wajah Pasar Besar Kota Pasuruan terus dipercantik. Usai merehab kios baju dan daging tahun lalu, pemkot berniat menata ulang pedagang yang berjualan di areal Pasar Besar. Rencananya, pedagang yang berjualan di depan pasar sisi barat akan direlokasi ke dalam.
Kepala UPT Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Agus Setyono menuturkan pasar besar kembali ditata.
Areal pedagang yang berjualan di sisi barat dari arah selatan hingga utara akan dibongkar. Pedagang bakal direlokasi ke dalam.
"Kami ingin pasar besar menjadi bersih dan indah. PKL liar yang berjualan di sisi barat di luar pasar utama akan direlokasi," katanya.
Agus menjelaskan ada 25 PKL liar yang menempati lokasi ini. Dalam waktu secepatnya, seluruh kios liar itu akan dibongkar. Mereka akan dipindah secara serentak ke areal timur pasar.
Pemindahan ini jelas akan ada tantangan. Terutama dari pedagang yang sudah lama mencari rezeki di tempat ini. Namun Disperindag sudah menyiapkan langkah untuk mencegah aksi penolakan. Mereka disiapkan lahan untuk berjualan dan akan menempati kios porselen. Sosialisasi pada pedagang sudah dilakukan.
Tentu pada pedagang harus menyetujui. Apalagi Pasar Besar adalah ikon Kota Pasuruan. Seluruh pusat perekonomian tumbuh di sini. Pasar ini juga diintegrasikan dengan stasiun. Sehingga pasar ini harus tertata dengan baik.
"Kios akan dibongkar bersamaan. Mereka juga akan menempati kios baru secara bersama. Secepatnya dilakukan," jelas Agus.
Marzuki, wakil ketua paguyuban pedagang pasar besar menyetujui langkah penataan yang dilakukan oleh pemkot. Sebab harapannya pasar besar semakin bersih dan tertata rapi. Dengan begitu semakin banyak aktivitas jual beli di pasar ini.
"Tentu kami setuju. Ini kan langkah positif. Menata Pasar Besar agar tampak indah dan tertata baik," Abah Marsub-sapaannya.
Di sisi lain, rencana ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Sutirta yang menuturkan prinsipnya dewan mendukung langkah pemkot untuk mempercantik wajah pasar tradisional.
Namun ia berharap langkah ini bisa didukung oleh semua masyatakat. Sehingga tidak sampai ada lagi masyarakat yang bandel berjualan di lokasi yang dilarang.
"Yang terpenting, maayarakat mendukung upaya pemkot menata pasar. Toh ini bertujuan baik demi pasar bersih sehingga berdampak pada perekonomian," jelas politis Golkar ini.
Jika memang terealisasi, maka kawasan Pasar Besar akan lebih bersih. Sebelumnya Stasiun Pasuruan sudah lebih dahulu bersih dari PKL liar. Walau saat penertiban PKL oleh apparat penegak perda dahulu, pernah terjadi “drama” karena banyak yang menolak. Namun kini kawasan Stasiun Pasuruan sudah lebih bersih. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid