Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Talkshow Bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa: Perempuan Tak Melulu Dinilai Fisik

Iwan Andrik • Selasa, 28 April 2026 | 13:57 WIB
WANITA: Suasana talk show Jawara bersama Wakil Ketua DPRD Adinda Denisa Minggu (26/4) di Remen Café & Resto Pandaan. (Iwan Andrik/ Radar Bromo)
WANITA: Suasana talk show Jawara bersama Wakil Ketua DPRD Adinda Denisa Minggu (26/4) di Remen Café & Resto Pandaan. (Iwan Andrik/ Radar Bromo)

 

PANDAAN, Radar Bromo-Menjadi seorang perempuan di era saat ini memiliki banyak tantangan. Stigma yang melekat terhadap kaum Hawa masih acapkali menjadi hambatan bagi seorang perempuan untuk berkembang.

Namun perempuan tetap bisa berdaya dan tak boleh kalah oleh kaum Adam karena sejatinya dua insan ini bisa saling mengisi.

Inilah poin penting dalam talk show Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa yang digelar Minggu (26/4) sore.

Acara yang juga mengundang narasumber Nur Karoma Rohma, selaku perwakilan dari  Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Pasuruan, membahas tentang Perspektif Baru Perempuan Era Kartini Modern.

Audience yang datang didominasi perempuan, mendapat banyak ilmu dari Adinda dan Nur Karoma.

Terutama soal menjadi perempuan yang sudah banyak memberikan warna-warni dalam sebuah perkembangan zaman.

Wakil Ketua DPRD Adinda Denisa tidak sepakat bahwa kecantikan seorang perempuan hanya diukur dari segi fisik semata.

ANTUSIAS: Audiens yang hadir dalam talk show Jawara Minggu sore.
ANTUSIAS: Audiens yang hadir dalam talk show Jawara Minggu sore.

 

“Karena alat ukur kecantikan itu tidak ada. Beda lagi jika kita mengukur IQ dari seseorang yang sudah ada klasifikasinya. Yang pasti perempuan di zaman sekarang harus lebih tangguh karena tonggak kita adalah Raden Ajeng Kartini,” beber Adinda.

Emansispasi juga dijelaskan Nur Karoma Rohma. Kata dia, perempuan tak melulu jadi nomor dua.

“Meski perempuan butuh effort lebih, misalnya jika mau pergi ke mana. Perempuan yang diragukan masih seringkali terjadi. Bahkan ini juga sempat saya alami ketika dipercaya menjadi coordinator sebuah program. Pertanyaan yang paling sering saya dapat, apakah saat ada masalah, saya yang seorang  perempuan bisa menyelesaikan,” beber Karoma.

Maka jalan solusinya, perempuan tetap harus bisa berkarya. “Kita harus berdaya dan untuk pembuktiannya bukan untuk orang lain, tetapi kepada diri kita sendiri,” beber Karoma.

Dengan begitu perempuan akan dinilai bukan berdasarkan fisiknya saja. Tetapi juga harus dinilai kecerdasannya. Karena perjuangan Kartini hakekatnya menginginkan pendidikan untuk kaum Hawa bisa setara dengan laki-laki.

Talk show Jawara ini bisa lebih singkap disimak di channel Yotube Radar Bromo Televisi yang akan diunggah Selasa (28/4) ini. (fun)

Editor : Muhammad Fahmi
#jawara #kartini #adinda denisa #talkshow #perempuan