Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tebing Longsor Imbas Diguyur Hujan, Jalan di Blarang Tutur Sempat Tertutup

Rizal Syatori • Senin, 27 April 2026 | 22:23 WIB
GARIS POLISI: Anggota Polsek Nongkojajar saat memasang garis polisi di tebing yang sempat longsor. Langkah ini dilakukan, untuk mengingatkan pengguna jalan, agar lebih berhati-hati melintas. (Polsek Nongkojajar/Radar Bromo)
GARIS POLISI: Anggota Polsek Nongkojajar saat memasang garis polisi di tebing yang sempat longsor. Langkah ini dilakukan, untuk mengingatkan pengguna jalan, agar lebih berhati-hati melintas. (Polsek Nongkojajar for Radar Bromo)

TUTUR, Radar Bromo - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tutur Radar Bromo sejak siang hari berujung petaka.

Sebuah tebing tanah di kawasan Ledok Cemoro, Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mendadak ambrol dan menutup akses vital jalan desa pada Minggu (26/4) petang.

Material tanah dalam volume besar tersebut runtuh sekitar pukul 17.00, tepat saat hujan lebat masih menyelimuti desa.

Longsoran ini mengakibatkan jalan paving yang menjadi urat nadi aktivitas warga Dusun Pronojiwo tertimbun sepenuhnya, sehingga membuat jalur sempat tertutup.

"Longsor terjadi saat hujan lebat. Imbasnya, material tanah menutupi seluruh permukaan jalan paving di dusun kami," ujar Kepala Desa Blarang, Darwanto.

Akibat timbunan tanah tersebut, mobilitas warga sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua hingga kendaraan pengangkut hasil bumi, seperti pikap dan truk tidak dapat melintas sejak Minggu malam.

Jalur yang biasanya ramai lalu lalang kendaraan tersebut mendadak mati suri karena terhalang dinding tanah yang gugur dari tebing.

Akses jalan baru kembali terbuka, setelah warga setempat bahu-membahu menggelar aksi gotong royong pada Senin (27/4) pagi.

Dengan peralatan seadanya, warga membersihkan tumpukan tanah yang menyumbat jalur agar aktivitas ekonomi desa bisa kembali berdenyut.

"Pagi tadi (kemarin pagi, red) warga bergerak cepat membersihkan lokasi. Saat ini, jalur sudah kembali normal dan bisa dilalui baik oleh motor maupun truk pengangkut," tambah Darwanto.

Di sisi lain, personel dari Polsek Nongkojajar juga telah turun ke lokasi untuk memastikan keamanan.

Garis polisi (police line) dipasang di sekitar area tebing sebagai penanda, agar para pengguna jalan lebih waspada saat melintas, mengingat curah hujan masih cukup tinggi.

Kapolsek Nongkojajar, AKP Budi Luhur, memastikan tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa dalam insiden ini.

"Meskipun jalan sempat tertutup total, beruntung saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas. Saat ini fokus kami adalah menghimbau warga agar tetap berhati-hati terhadap potensi longsor susulan," paparnya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#tebing #ambrol #longsor #polsek nongkojajar #hujan