NGULING, Radar Bromo – Rasa kantuk di balik kemudi bukanlah masalah sepele yang bisa dikompromi.
Tragedi terjadi di Jalan Raya Nguling, Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/4) sore.
Ketika seorang sopir pikap yang diduga memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk, memicu tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan sekaligus.
Insiden bermula sekitar pukul 15.00. Muh Miftahul Ulum, 33, warga Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, yang mengemudikan pikap L 9548 D, melaju dari arah timur.
Diduga kuat terserang kantuk hebat, ia kehilangan kesadaran sesaat hingga kendaraannya oleng ke kanan dan melewati garis marka jalan.
Di saat konsentrasi terputus, sebuah truk wing box B 9469 BEV yang dikemudikan oleh Joko Pitoyo, 47, asal Desa Sawangan, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, muncul dari arah berlawanan.
Benturan keras tak terhindarkan, hingga membuat pikap terpental dan terguling.
Tak berhenti di situ, kendaraan yang hilang kendali tersebut, menghantam sepeda motor N 2212 RV yang dikendarai Risa Yustina, 47, dan Keysha Twista Putri H, 18, asal Jalan Slamet Riyadi, gang Serang II, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Akibat memaksakan berkendara saat tubuh butuh istirahat, tiga orang kini harus menjalani perawatan medis di RSUD Grati.
Pengemudi pikap mengalami luka akibat kendaraannya terbalik, sementara pengendara motor dan penumpangnya turut menderita luka-luka akibat hantaman kendaraan yang terpental.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Ipda Zulkifli, menegaskan bahwa kecelakaan ini murni dipicu oleh kondisi fisik pengemudi yang tidak prima.
"Kantuk adalah musuh paling berbahaya bagi pengendara. Hanya butuh satu atau dua detik kehilangan kesadaran untuk memicu kecelakaan fatal," ujarnya. (zen/one)
Editor : Muhammad Fahmi