Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Triwulan Awal 2026, Angka Kematian Bayi di Kota Pasuruan Masih Cukup Tinggi

Fahrizal Firmani • Jumat, 24 April 2026 | 15:37 WIB

 

Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

 

PASURUAN, Radar Bromo - Tiga bayi dilaporkan meninggal dunia di Kota Pasuruan pada triwulan pertama tahun ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, kasus kematian bayi tersebut didominasi oleh faktor kelainan bawaan.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena menyampaikan, angka kematian bayi (AKB) pada awal tahun 2026 tergolong rawan terjadi.

Hingga triwulan pertama, tercatat tiga kasus kematian bayi. Jumlah ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan kejadian sepanjang tahun 2025.

“Sampai Desember tahun 2025, ada 10 kasus AKB. Sementara tahun 2026, sampai triwulan pertama ada tiga AKB,” jelasnya.

Meski demikian, Shierly menilai angka tersebut masih dalam batas aman untuk ukuran Kota Pasuruan.

Namun Dinkes tetap menargetkan agar kasus kematian bayi dapat ditekan hingga nol.

Selain kelainan bawaan, menurutnya, kasus kematian bayi juga disebabkan sejumlah faktor lain.

Seperti, infeksi selama masa kehamilan, kelahiran prematur, hingga lilitan tali pusar.

Untuk menekan risiko tersebut, ibu hamil diimbau rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Sehingga kondisi janin dapat terpantau sejak dini.

“Jika dibutuhkan, ada pemberian gizi tambahan dan pendampingan selama masa kehamilan dari puskesmas,” kata Shierly.

Upaya pencegahan juga dilakukan Dinkes melalui program imunisasi bagi remaja putri. Imunisasi dilakukan empat kali dalam setahun di sekolah.

Selain itu, Dinkes memberikan tablet vitamin bagi ibu hamil melalui layanan posyandu dan puskesmas. Vitamin diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama seribu hari pertama kehidupan.

Shierly menegaskan, pentingnya pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan agar perkembangan kondisi bayi dapat terus dipantau.

“Ibu harus rutin melakukan pengecekan ke fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga bisa terus dipantau perkembangan kondisi bayi,” pungkasnya. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#lilitan tali pusar #kota pasuruan #angka kematian bayi #prematur