KEJAYAN, Radar Bromo - Seorang pemuda berinisial MM, 25, tiba-tiba mengamuk dan menyerang ayah kandungnya menggunakan senjata tajam.
Insiden tragis ini diduga kuat, dipicu karena kondisi psikis pelaku yang tidak stabil akibat terlambat mengonsumsi obat rutin.
Warga Dusun Seketi, Desa/Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, yang mengetahui hal itu, mendadak dibuat gemar.
Peristiwa yang berlangsung Selasa (21/4), sekitar pukul 06.30 itu, bermula di ruang tamu rumah mereka.
Tanpa peringatan, MM yang membawa sebilah pisau dapur, menunjukkan gelagat emosional yang meledak-ledak.
Sang ayah yang berada di lokasi, sempat berupaya menenangkan putranya dan mencegah tindakan berbahaya tersebut.
Namun, MM yang sudah kehilangan kendali, justru melayangkan sabetan ke arah sang ayah.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian punggung dan kepala.
Teriakan minta tolong korban segera mengundang kedatangan warga sekitar yang kemudian bergegas mengamankan pelaku dan melarikan korban ke Puskesmas Kejayan untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian dari Polsek Kejayan segera tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.
Petugas mendapati pelaku masih dalam kondisi berteriak histeris sambil memegang pisau dapur.
Setelah berhasil ditenangkan, MM langsung dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan awal.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, MM memang memiliki riwayat gangguan jiwa yang cukup lama dan sudah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
"Pihak keluarga menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu karena pelaku lupa meminum obat rutinnya. Sehingga emosinya menjadi tidak terkendali," jelasnya.
Mengingat kondisi medis pelaku, kepolisian memastikan bahwa kasus ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum pidana.
Atas persetujuan keluarga, MM langsung dirujuk kembali ke RSJ Lawang untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
Sementara itu, kondisi sang ayah dilaporkan telah stabil dan mulai pulih setelah mendapatkan jahitan pada luka-lukanya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin