Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hanya dalam Tiga Bulan, Produksi Ikan Tangkap di Kota Pasuruan Tembus 1.640 Ton

Fahrizal Firmani • Selasa, 21 April 2026 | 13:13 WIB
MEMBOPONG: Nelayan di Kota Pasuruan saat membopong perlengkapan untuk melaut. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
MEMBOPONG: Nelayan di Kota Pasuruan saat membopong perlengkapan untuk melaut. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Sektor perikanan tangkap di Kota Pasuruan menunjukkan performa yang cukup stabil di awal tahun 2026.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) setempat, volume tangkapan nelayan pada triwulan pertama (Januari–Maret) tercatat mencapai 1.640 ton.

Meski tantangan cuaca membayangi, capaian ini menjadi modal awal untuk mengejar target tahunan yang dipatok lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Kepala DPPKP Kota Pasuruan, Muallif Arif, menyatakan optimisme bahwa perolehan tahun ini mampu melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 11.306,60 ton.

Pemerintah Kota Pasuruan menargetkan adanya kenaikan volume sebesar dua persen untuk tahun ini, guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi sektor pesisir.

Target kenaikan tersebut bukan tanpa alasan. Berkaca pada kinerja tahun lalu, perolehan perikanan tangkap di Kota Pasuruan sukses melampaui target yang ditetapkan.

Dari target 10.938,394 ton pada 2025, para nelayan berhasil membawa pulang hasil laut hingga 11.306,60 ton, atau surplus sekitar 98,206 ton.

"Kami melihat potensi besar dari para nelayan kita. Itulah mengapa tahun ini kami berani mematok kenaikan dua persen. Untuk triwulan pertama ini, angka 1.640 ton adalah awal yang cukup baik meski masih menyisakan sekitar 9.617 ton dari target tahunan," ungkap pria yang akrab disapa Ayik tersebut.

Ayik mengakui, angka di triwulan pertama memang cenderung lebih rendah dibandingkan periode lainnya.

Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang dipicu oleh faktor alam. Sepanjang awal tahun, cuaca ekstrem di perairan utara, termasuk ombak tinggi dan angin kencang, seringkali memaksa nelayan untuk membatasi aktivitas melaut demi keselamatan.

"Kondisi di triwulan pertama dan kedua, biasanya memang kurang bersahabat karena masuk musim penghujan. Namun, ini adalah hal yang wajar bagi masyarakat nelayan kita. Mereka biasanya melakukan pemeliharaan alat tangkap sambil menunggu cuaca membaik," tambahnya.

Pihak dinas memprediksi, lonjakan volume tangkapan akan terjadi secara signifikan pada triwulan ketiga dan keempat.

Seiring masuknya musim kemarau, kondisi perairan cenderung lebih tenang dan sejuk, yang biasanya diikuti dengan melimpahnya populasi ikan di area tangkapan nelayan Pasuruan.

"Biasanya, performa tangkapan akan memuncak di paruh kedua tahun ini. Kami berharap cuaca tetap kondusif agar target kenaikan dua persen tersebut dapat tercapai, bahkan melampaui capaian fantastis tahun lalu," bebernya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #nelayan #perikanan #cuaca ekstrem