BUGUL KIDUL, Radar Bromo–Nasib malang menimpa Siti Aminah 73. Nenek asal Lingkungan Kejobo Kidul, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan itu kini kehilangan tempat tinggal usai rumahnya terbakar.
Rumah nenek Siti Aminah di RT 4/ RW 07 itu terbakar hebat Senin malam (20/4).
Diduga kuat, api berasal dari obat nyamuk bakar yang menyambar perlengkapan tidur sang nenek.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan keterangan korban, api bermula ketika ia menyalakan obat nyamuk bakar sekitar pukul 18.00 WIB untuk mengusir nyamuk di kamarnya.
Nahas, bara api dari obat nyamuk tersebut diduga mengenai seprei dan kasur saat ditinggal beraktivitas.
“Awale niku nyumet obat nyamuk, terus spreine niku kobong, terus kobong kabeh moroan, (Awalnya itu saya menyalakan obat nyamuk bakar, lalu membakar sprei tempat tidur, kemudian membakar semuanya),” terang Siti Aminah dengan nada sedih.
Embusan angin dan banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar.
Setidaknya, tiga kamar tidur dan satu ruang tamu menjadi arang. Warga sekitar yang melihat kobaran api sempat berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang.
"Tadi korban lapor menyalakan obat nyamuk bakar, lalu merembet ke sprei dan kasur hingga api membesar," terang Kapolsek Bugul Kidul, Kompol Hudi Supriyanto, saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendapati informasi kejadian itu, tiga unit pemadam kebakaran (PMK) dari BPBD Kota Pasuruan langsung meluncur ke lokasi.
Petugas bergerak cepat melakukan lokalisir agar api tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya.
Hanya beberapa saat kemudian api akhirnya bisa segera dikendalikan. Tampak kerusakan parah terjadi di ruang kamar depan. Tempat istirahat korban.
Atap beserta isi kamar mulai tempat tidur, kipas angin dan peralatan rumah semuanya hangus terbakar. Termasuk juga lemari berisi pakaian-pakaian korban.
"Api berhasil kami jinakkan dalam waktu sekitar 30 menit," tambah Kompol Hudi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Selain itu, proses pemadaman sempat membuat arus lalu lintas di jalur setempat tersendat. Pasalnya, lokasi rumah korban berada tepat di pinggir jalan raya utama lingkar selatan.
Sejumlah personel kepolisian dari Polsek Bugul Kidul dikerahkan untuk mengatur lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang serta mengamankan area agar warga yang menonton tidak mengganggu kerja petugas PMK.
"Saat ini kondisi sudah kondusif. Kami mengimbau warga agar lebih waspada saat menggunakan pemanas atau obat nyamuk bakar, terutama jika diletakkan di dekat benda yang mudah terbakar," jelas perwira dengan satu melati di pundak tersebut. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi