PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus bergerak taktis, dalam menekan angka pengangguran.
Langkah nyata tersebut diwujudkan, melalui perhelatan Mini Job Fair 2026 dan One Day Recruitment yang dipusatkan di UPT LKD Kecamatan Rejoso, Rabu (15/4). Selama tiga hari, acara tersebut akan dihelat.
Mengusung tema besar “Transformasi Generasi Kerja Produktif, Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah”, ajang ini sukses menarik atensi luar biasa.
Sebanyak sebelas perusahaan besar berpartisipasi dengan membuka 517 posisi strategis.
Mulai dari operator produksi, staf administrasi, teknisi, hingga level manajemen menengah.
Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan, Rachmat Syarifudin, menjelaskan kegiatan ini didesain, sebagai "jembatan cepat" yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi SDM lokal secara efektif.
“Tujuan utamanya, adalah mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan. Ini adalah langkah konkret kita, untuk menurunkan angka pengangguran secara signifikan di wilayah Kabupaten Pasuruan,” tegas Rachmat.
Antusiasme masyarakat terbukti sangat tinggi. Tercatat, sebanyak 7.000 pencari kerja (pencaker) mendaftarkan diri melalui sistem online maupun offline.
Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo, yang hadir langsung untuk membuka acara, menegaskan Mini Job Fair adalah langkah strategis pemerintah, untuk memperluas akses lapangan kerja bagi warga.
Lelaki yang akrab disapa Mas Rusdi ini juga memberikan jaminan, bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara transparan dan profesional.
“Kegiatan ini sangat efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri. Perusahaan bisa menjaring tenaga kerja yang sesuai kualifikasi, sementara warga kita mendapatkan kepastian karier. Ini hubungan yang saling menguntungkan (mutualism),” ujar Mas Rusdi.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Rusdi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada sebelas perusahaan, yang telah berkomitmen membuka pintu bagi tenaga kerja lokal.
Melalui sinergi ini, Pemkab Pasuruan optimistis, penyerapan tenaga kerja di tahun 2026 akan meningkat tajam.
Sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah menuju kemandirian. (unt/one/*)
Editor : Jawanto Arifin