PASURUAN, Radar Bromo-Angkutan kota (angkot) di Kota Pasuruan diupayakan tetap bisa beroperasi di tengah gempuran kendaraan online dan pribadi. Salah satunya dengan menjadikan angkot sebagai angkutan yang melayani paket wisata.
Angkot untuk wisata ini juga tengah dikembangkan dengan pembuatan aplikasi. Dengan berbasis teknologi, angkot dikonsep bisa melayani rute wisata.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Andriyanto menuturkan, pihaknya ingin angkot bisa naik kelas. Tidak hanya sekedar bisa beroperasi. Tapi memperluas layanan angkot bagi masyarakat.
Salah satu upayanya dengan membuat aplikasi Angkotku. Selama ini, angkot telah menjadi angkot wisata.
Namun layanannya masih terbatas. Hanya melayani ke Alun-alun kota dan kawasan religi makam KH Abdul Hamid.
Dengan aplikasi Angkotku, maka layanan wisata bisa lebih luas. Ada pilihan paket wisata yang dapat dipilih masyarakat. Misal, masyarakat hendak ke wisata tematik bukir dan wisata Krampayangan. Maka bisa muncul harga layanan dan nopol dari angkot yang melayani.
"Aplikasi ini masih proses pembuatan. Kami menggandengan dinas komunikasi dan informatika satistik untuk pembuatannya," katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko menyebut pihaknya memang mendorong agar layanan angkot semakin baik. Dengan aplikasi Angkotku, maka diharapkan kesejahteraan sopir angkot bisa lebih baik.
Layanan angkot digital ini juga bisa memudahkan masyarakat yang ingin bepergian. Misalnya mereka bisa pergi berwisata religi, atau ke Payung Madinah atau takziah. Dengan bisa membawa penumpang banyak, angkot menjadi transportasi massal murah.
"Kami sudah mengundang dishub dan diskominfotik. Angkot lebih murah dan mudah dijangkau dibanding transportasi online," jelas politisi PKS ini. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid