Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pekerja Informal di Kota Pasuruan Kian Meningkat, Kenapa?

Rizal Syatori • Rabu, 15 April 2026 | 10:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

PASURUAN, Radar Bromo – Dinamika pasar kerja di Kota Pasuruan menunjukkan pergeseran signifikan dalam tiga tahun terakhir. Di mana, sektor informal kini semakin diminati oleh masyarakat.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, persentase pekerja di sektor informal terus merangkak naik hingga menyentuh angka 47,92 persen pada tahun 2025.

Tren kenaikan ini tercatat konsisten, dimulai dari 44,05 persen pada 2023, kemudian naik menjadi 45,42 persen pada 2024, hingga mencapai puncaknya di tahun ini dengan total peningkatan sebesar 3,87 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor formal, yang justru menunjukkan tren penurunan secara bertahap setiap tahunnya.

Jika pada tahun 2023 pekerja formal mampu menyerap 55,95 persen dari total penduduk bekerja, angka tersebut menyusut menjadi 54,58 persen pada 2024 dan kembali merosot hingga 52,08 persen di tahun 2025.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam, mengungkapkan kategori pekerja formal meliputi karyawan atau buruh yang dibayar.

Sementara sektor informal, didominasi oleh pekerja bebas atau usaha mandiri dengan tenaga kerja tak dibayar.

"Pekerja formal turun 2,50 persen dalam tiga tahun. Sebaliknya, pekerja informal semakin diminati," ujarnya.

Munculnya fenomena ini ditengarai bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh tantangan struktural dalam penyediaan lapangan kerja konvensional.

Fleksibilitas waktu dan kemudahan akses masuk, menjadi daya tarik utama mengapa masyarakat kini lebih memilih bergerak di sektor informal, dibandingkan harus bersaing ketat di sektor formal yang kapasitasnya kian terbatas.

Imam menjelaskan bahwa situasi ini merupakan cerminan dari adaptasi ekonomi masyarakat.

"Kondisi ini bisa dipicu karena keterbatasan lapangan kerja formal, fleksibilitas waktu, dan kemudahan akses masuk," jelasnya. (riz/one)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Formal #ketenagakerjaan #bps #buruh #pekerjaan