PASURUAN, Radar Bromo - Penanganan orang telantar di Kota Pasuruan semakin maksimal. Sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit jiwa (RSJ) atau dikembalikan ke keluarganya, mereka dibawa ke selter milik dinas sosial (Dinsos) terlebih dahulu.
Tercatat, sepanjang Januari hingga Maret ada 10 orang telantar yang dibawa ke selter penanganan orang telantar (SPOT) di Jalan Kyai Mansyur. Mayoritas adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yakni mencapai lima orang.
Dari data yang dimiliki Dinsos Kota Pasuruan, yang dibawa ke SPOT diketahui ada satu geladangan dan pengemis (gepeng), empat orang lanjut usia (lansia) telantar dan ODGJ sebanyak lima orang. Sementara anak jalanan (anjal) nihil.
"Pelayanan orang telantar di SPOT dilakukan sejak awal tahun ini. Paling banyak ODGJ. Mencapai separo dari yang diamankan," kata Kokoh.
Kokoh menjelaskan dinsos berupaya menangani orang telantar melalui SPOT sebelum mendapatkan penanganan RSJ, kembali ke keluarga atau ke panti-panti milik Pemprov Jatim.
Ini bentuk komitmen wali kota terhadap penanganan orang telantar walaupun sebagian ada yang bukan penduduk Kota Pasuruan.
"Dengan SPOT ini diharapkan permasalahan orang telantar tidak hanya berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya tapi betul-betul terselesaikan," jelas Kokoh. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid