PASURUAN, Radar Bromo–Belum genap sehari proses pembongkaran jembatan Bok Wedi Blandongan, Kota Pasuruan dimulai. Luapan Sungai petung langsung menyambut, Sabtu (11/4) sore.
Dari pantauan di lokasi, debit air sungai terlihat meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan.
Banjir ini diketahui merupakan kiriman dari wilayah selatan (hulu) setelah hujan deras mengguyur sejak siang hari.
Tampak satu unit ekskavator berusaha membersihkan tumpukan materialan sampah dan kayu yang menyumbat di bawah jembatan.
Warga sekitar mengungkapkan bahwa pengerjaan jembatan sebenarnya baru saja memasuki tahap awal, yakni pembongkaran struktur lama.
Di hari sama sebelumnya juga, pihak pelaksana dan para tokoh warga sekitar juga telah menggelar doa selamatan.
Tujuannya agar proses renovasi jembatan yang diagendakan harus rampung November 2026 mendatang berjalan lanjar dan aman.
Namun, cuaca ekstrem di wilayah hulu memaksa para pekerja ekstra waspada.
"Ini tadi sudah diselametin. Saat mulai pembongkaran tiba-tiba air datang sangat cepat dari selatan. Warnanya cokelat pekat dan membawa banyak ranting pohon," ujar Manaf (42) salah satu warga yang menyaksikan luapan air di sekitar jembatan.
Luapan sungai petung di Jl Ir Juanda itu memang tidak mengganggu arus lalin setempat.
Itu karena jalan pantura Pasuruan-Probolunggo di jalur proyek tersebut sudah ditutup total dan dialihkan.
Namun, luapan banjir rupanya merembet di jalur sisi timur pertigaan Blandongan.
Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi proyek jembatan. Akibat luapan ini, arus lalu lintas di sekitar pertigaan sempat tersendat.
Air setinggi 10-20 sentimeter di titik akses jalur pengalihan/ alternatif tersebut membuat pengendara harus melambatkan laju kendaraannya.
Pihak pelaksana proyek bersama petugas terkait tampak fokus mengamankan area konstruksi agar material sampah tidak menyebabkan arus sungai tersumbat.
Hingga Sabtu petang, debit air masih terpantau menggenangi jalan, pemukiman dan fasilitas umum, yakni area Terminal Untung Suropati.
Warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Petung diminta tetap siaga mengantisipasi adanya banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah selatan masih sulit diprediksi. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi