PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sebuah rumah kontrakan di Jalan Sulawesi, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mendadak ambruk Jumat (10/4) malam.
Penghuni yang berada di dalam rumah tersebut tertimpa reruntuhan. Satu orang mengalami luka ringan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 itu, mengejutkan warga sekitar. Rumah milik H. Dayat tersebut dihuni oleh dua keluarga yang dipisahkan dengan sekat bangunan.
Saat struktur atap dan tembok mulai runtuh, para penghuni sempat terjebak dalam kepanikan luar biasa, sebelum akhirnya berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan material.
Di sisi pertama rumah, keluarga Muksin, 55, yang terdiri dari empat orang menjadi korban.
Salah satu anggota keluarganya, Farid Hidayatullah, 18, mengalami luka ringan akibat hantaman material bangunan.
Korban segera dilarikan ke RSUD dr. R. Soedarsono untuk mendapatkan penanganan medis.
Beruntung, tiga anggota keluarga lainnya, Wartini, 58 dan M. Khoirul Anwar, 37, berhasil selamat dari maut.
Sementara itu, nasib serupa dialami keluarga kedua yang terdiri dari Kasri, 64, Ramadhani, 19, dan balita bernama Sanum, 3.
Meski sempat tertimpa puing-puing saat rumah roboh, ketiganya dinyatakan selamat tanpa luka serius.
Dugaan kuat menyebutkan, bahwa kondisi rangka kayu bangunan yang sudah lapuk dimakan usia, menjadi penyebab utama struktur rumah tidak lagi mampu menahan beban.
Plt. Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, meguraikan personel Polsek Gadingrejo telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi dan pengamanan.
"Penyebab sementara memang karena kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terhadap kelayakan hunian, terutama bangunan lama, untuk mencegah insiden serupa," tegasnya.
Di sisi lain, pihak BPBD Kota Pasuruan melalui Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik, Anang Sururin, menyebut pihaknya sempat menemui kendala dalam pendataan lebih lanjut.
Meski personel sudah dikerahkan ke lokasi, pemilik rumah dilaporkan enggan kasus ini ditindaklanjuti secara resmi.
Walau tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat ambruknya hunian ini ditaksir cukup besar.
“Kami sudah ke sana (TKP). Namun pemilik enggan diteruskan. Sampai-sampai kami tidak tahu penyebab pastinya. Yang kami ketahui, bagian kerangka sudah lapuk,” kata dia. (zen/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni