PASURUAN, Radar Bromo-Penutupan jembatan Bok Wedi di Blandongan, Kota Pasuruan di jalur pantura menyebabkan kepadatan di jalur lingkar selatan (JLS).
Sejumlah roda empat sempat nekat melintasi jalan Majapahit, jalur perkotaan agar lebih cepat dan tidak terjebak kemacetan.
Kondisi ini membuat Satlantas Polres Pasuruan Kota mengambil tindakan. Roda empat yang melintas dari arah timur tidak diperbolehkan berbelok melalui Jalan Mojopahit. Kendaraan roda empat atau lebih diimbau bisa masuk jalur tol melalui exit tol Grati.
Hal ini diungkapkan kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan. Dari hasil evaluasi penutupan total jembatan Bok Wedi, terjadi peningkatan kendaraan hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Banyak roda empat nekat masuk Jalan Majapahit yang sebenarnya menjadi akses jalan tembus menuju jalur lingkar selatan (JLS).
"Sebagai tindak lanjut, kami menutup Jalan Majapahit di sisi barat dengan water barrier. Sehingga roda empat dari arah timur tidak belok ke arah timur lewat jalan ini," kata kasat.
Alasannya, jalur ini dekat dengan pemukiman warga dan sekolah. Tidak hanya bisa menimbulkan kemacetan luar biasa tapi juga bisa membahayakan.
Jalan Majapahit hanya boleh dilewati roda dua. Namun roda empat dari arah simpang Bugul Kidul masih boleh melewati jalur ini.
Roda empat dari arah timur harus lurus ke selatan melewati JLS. Bagi yang menuju arah Malang bisa berbelok di simpang Kebonagung dan yang hendak ke Surabaya bisa melewati Jalan Gatot Subroto dan masuk ke exit tol Sutojayan atau lewat simpang Kraton.
Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Jasa Marga agar kendaraan roda empat atau lebih dari arah Probolinggo bisa masuk ke exit tol Grati. Sehingga bisa memecah kepadatan yang terjadi di JLS, utamnya di simpang bulu, Krampyangan-Jalan Kyai Mansyur.
"Kami minta pengertian masyarakat. Mohon ikuti rambu yang sudah terpasang. Demi kelancaran lalu lintas," sebut Amrullah.
Di sisi lain, peninggian jembatan Bok Wedi siap dilaksanakan. Pelaksana proyek, PT Pesona Sakti Indonesia mulai memobilisasi alat berat. Ditargetkan awal pekan depan, jembatan mulai bisa digarap.
Ismail selaku pelaksana dari PT Pesona Sakti Indonesia menuturkan, peninggian jembatan Bok Wedi memasuki masa persiapan.
Saat ini, jembatan nasional itu telah ditutup total. Arus lalu lintas sudsh dialihkan untuk memudahkan kelancaran selama pengerjaan.
Pihaknya mulai melakukan mobilisasi alat berat yang dibutuhkan. Alat berat ini akan digunakan membongkar jembatan lama untuk diganti dengan jembatan baru. Harapannya pembongkaran bisa dilakukan awal pekan depan.
"Kalau tidak ada kendala, Senin (13/4) depan pekerjaan fisiknya bisa dimulai. Tahapan awal dengan membongkar jembatan lama," katanya.
Ismail menyebut sesuai keinginan dari balai besar pelaksanaan jalan nasional (BBPJN) VIII Jatim Bali, jembatan ini ditinggikan hingga tiga meter dari aspal jalan. Atau satu meter 10 senti dari muka air banjir. Peninggian jembatan ini menjadi solusi agar air tidak lagi menghantam jembatan dan meluber ke jalan nasional.
Ditargetkan pengerjaan jembatan bisa rampung 30 November mendatang. Selama pengerjaan berlangsung, ruas jembatan nasional ini ditutup penuh. Ia optimistis peninggian jembatan bisa rampung sebelum kontrak berakhir.
"Kami mohon dukungan masyarakat dan pengguna jalan. Agar peninggian jemnatan nasional ini lancar," sebutnya. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid