PASREPAN, Radar Bromo–Kawanan begal masih saja menebar terror pengguna jalan di Pasuruan. Terbaru, seorang guru SDN Petung 1, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan jadi korban.
Guru bernama Afidah, 25 itu dibegal saat hendak berangkat mengajar.
Pelakunya, seorang pria bersarung. Motor PCX nopol N 5921 TER miliknya pun dibawa kabur pelaku.
Peristiwa itu terjadi Selasa (7/4), pukul 06.30. Saat itu seperti biasa, korban berangkat mengajar dari rumahnya di RT 1/RW 6, Desa Galih menuju Desa Petung. Lokasinya sama-sama di Kecamatan Pasrepan.
Korban berangkat sendirian dengan mengendarai sepeda motor. Ia melintasi Jalan Desa Galih dari arah barat ke timur yang saat itu masih sepi.
Begitu sampai di Dusun Gudang, Desa Galih, peristiwa tak terduga terjadi. Korban tiba-tiba dihadang seorang pria bersarung.
Karena kaget, korban guru Afidah sontak memperlambat laju motornya.
Kejadian berikutnya membuat korban makin kaget. Tanpa banyak bicara, lelaki bersarung itu merampas sepeda motor yang dikendarainya.
“Istri saya berangkat sendiri mau mengajar. Saat di jalan sepi, dia dicegat seorang lelaki dan motornya langsung diambil,” ujar Dandy, 26, suami korban.
Tanpa perlawanan, pelaku berhasil menguasai motor korban dan langsung kabur ke arah timur. Begitu pelaku kabur, baru korban berani berteriak minta tolong.
Teriakan tersebut didengar warga sekitar. Sejumlah warga pun berdatangan ke lokasi. Saat tahu baru terjadi aksi pembegalan, beberapa warga sempat langsung mengejar pelaku.
Namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Pelaku yang sudah kabur lebih dulu tidak berhasil dikejar. Warga kemudian menenangkan korban dan mengantarnya pulang.
Dandy mengaku terkejut atas kejadian yang menimpa istrinya. Beruntung menurutnya, aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) di jalur pelarian, dengan jarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.
Dengan bukti rekaman CCTV itu, keluarga menurutnya, berencana melaporkan pembegalan itu ke kepolisian. “Iya, ini rencana mau lapor ke kantor polisi,” tambah Dandy.
Sekretaris Desa Galih Joko Wignyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, korban dibegal saat melintasi jalan menurun di wilayah desanya. “Iya, memang warga saya. Kejadiannya pagi tadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pasrepan AKP Mastuki mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut hingga Selasa siang.
Meski begitu, pihaknya memastikan akan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
“Belum ada laporan masuk sampai siang ini (kemarin siang, Red). Tapi nanti kami akan langsung ke TKP,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi