BEJI, Radar Bromo - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenep di Kecamatan Beji yang sempat “disuntik mati” beberapa tahun lalu kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Gunungan sampah yang terbengkalai tanpa penanganan pasca penutupan operasional, rencananya akan dikelola menggunakan teknologi mutakhir guna mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan tengah merancang skema transformasi pengelolaan sampah melalui metode Refuse Derived Fuel (RDF).
Teknologi ini diproyeksikan mampu mengolah limbah padat di TPA Kenep menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna tinggi.
Mokhammad Mukhsin, Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kabupaten Pasuruan, menjelaskan langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan sampah yang menggunung di kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan penerapan RDF di Kenep tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
“Kami sedang menyiapkan rencana penerapan metode RDF di TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo terlebih dahulu sebagai proyek percontohan. Jika uji coba di Wonokerto terbukti berhasil dan efektif, maka teknologi serupa akan langsung kami adopsi untuk menangani masalah sampah di TPA Kenep,” ujar Mukhsin.
Langkah penuh kehati-hatian ini diambil mengingat penerapan teknologi RDF memerlukan kajian mendalam.
Mulai dari tingkat efektivitas volume pemusnahan sampah hingga kalkulasi biaya operasional yang tidak sedikit.
DLH ingin memastikan, investasi teknologi ini nantinya benar-benar menjadi solusi permanen, bukan sekadar proyek jangka pendek.
Selama ini, TPA Kenep memang tampak memprihatinkan. Sejak tidak lagi menerima kiriman sampah baru, sisa-sisa limbah masa lalu hanya dibiarkan menumpuk tanpa sentuhan teknologi pengolahan.
Dengan rencana mekanisasi melalui RDF, diharapkan kawasan Beji dapat terbebas dari bau tak sedap dan potensi pencemaran lingkungan yang selama ini menghantui warga sekitar.
Jika sukses di TPA Wonokerto, transisi energi dari sampah di TPA Kenep ini digadang-gadang akan menjadi tonggak baru pengelolaan sampah modern di Kabupaten Pasuruan.
Sekaligus mengubah wajah TPA yang terbengkalai menjadi pusat pengolahan limbah yang produktif. (one)
Editor : Jawanto Arifin