NGULING, Radar Bromo - Ketegangan menyelimuti Dusun Doroan 2, Desa Sudimulyo, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/4) dini hari.
Seekor sapi milik warga setempat nyaris raib digondol maling, sebelum akhirnya berhasil ditemukan kembali berkat aksi pengepungan massal oleh warga.
Peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat pemilik sapi, Soleh, 47, hendak memberi makan lima ekor sapi di kandang depan rumahnya.
Betapa terkejutnya Soleh, saat mendapati salah satu sapinya telah hilang.
Kecurigaannya menguat ketika melihat jejak kaki sapi yang mengarah ke barat dan tali pengikat yang terlepas tidak wajar.
Sadar ternaknya dicuri, Soleh spontan berteriak "Maling!" hingga memecah kesunyian desa.
Teriakan tersebut menjadi komando tak tertulis bagi warga sekitar, yang langsung sigap keluar rumah dan melakukan pengejaran.
Kepala Dusun Doroan 2, Tirnam, mengungkapkan warga langsung berpencar mengikuti jejak kaki sapi hingga ke arah Jalan Raya Pantura, Desa Sumberanyar. Kecamatan Nguling.
"Warga di sini sangat kompak. Begitu ada teriakan maling, semua langsung bergerak mengepung dari berbagai arah," jelasnya.
Sempitnya ruang gerak membuat pelaku diduga panik. Setelah diburu selama hampir tiga jam, sapi tersebut ditemukan terikat dan ditinggalkan begitu saja di area bekas waduk Desa Sumberanyar sekitar pukul 04.00.
Diduga, pelaku memilih kabur dan meninggalkan hasil curiannya, karena merasa posisinya sudah terkepung rapat.
Kegembiraan warga pecah saat sapi ditemukan dalam kondisi selamat. Sebagai bentuk syukur dan solidaritas, warga mengarak sapi tersebut kembali menuju rumah Soleh.
Sekretaris Desa Sudimulyo, Mustakim, mengapresiasi kecepatan respon warganya yang membuat sapi ditemukan dalam waktu singkat.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama warga, sapi cepat ditemukan. Ke depannya, kami akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan untuk mencegah kejadian serupa," tegas Mustakim.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, menyatakan hingga Sabtu (4/4) siang, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.
"Laporan dari warga maupun korban masih nihil hingga saat ini," singkatnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin