PASURUAN, Radar Bromo - Para pelaku usaha di RPH Blandongan mulai dari pedagang dan jagal sapi melakukan aksi mogok massal. Aksi ini dilandasi keresahan mereka akibat langkanya daging sapi hingga melambungnya harga.
Ketua Paguyuban Pedagang dan Jagal Sapi Kota Pasuruan, Muhammad Syifulloh, 32, menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga ada solusi maupun kesepakatan yang adil.
Saat ini jumlah anggota pedagang sapi di Kota Pasuruan yang ada 60 orang. Sedangkan jagal sapi jumlahnya 20 orang.
“Mulai hari ini (Jumat, red) dan mungkin sampai kapan, kami seluruh pedagang daging dan jagal sapi yang ada di sini terpaksa mogok masal. Ini diakibatkan langka dan melambungnya harga sapi yang tidak bisa dijangkau lagi. Ditambah maraknya daging ilegal di pasar. Jadi kami sudah nggak kuat dan tidak punya solusi lagi selain mogok ini,” tambahnya.
Aksi ini mendapat perhatian serius dari pihak legislatif. Bahrudien Akbar Wahyudi, Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, turun langsung ke lokasi untuk menemui para pedagang dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.
Bahrudien menyatakan keprihatinannya atas mandeknya aktivitas di RPH Blandongan, mengingat RPH merupakan titik vital pasokan pangan masyarakat.
Pihaknya juga berjanji akan melindungi masyarakat Kota Pasuruan dengan regulasi yang ada supaya tidak terjadi praktik jual beli ilegal dan kurang sehat. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil dinas terkait untuk melakukan kordinasi dan pengawasan yang ketat agar kejadian ini tidak terulang lagi. Selain itu, Bahrudien menambahkan akan bergerak dengan aparat penegak hukum terkait maraknya jual beli daging sapi ilegal tersebut.
"Kami dari Komisi II akan segera memanggil pihak-pihak terkait, termasuk dinas yang membawahi RPH, untuk mencari jalan tengah. Masalah ini tidak boleh berlarut-larut karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas, terut ama terkait ketersediaan dan harga daging di pasar," ujar Didin, panggilan akrab Bahrudien.
Akibat aksi mogok ini, pasokan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan diprediksi akan mengalami kelangkaan mulai hari ini.
Masyarakat berharap mediasi antara paguyuban, pengelola RPH, dan pemerintah kota segera membuahkan hasil agar harga daging tetap stabil dan pasokan kembali normal.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Mualif Arif mengaku belum mengetahui apa penyebab kelangkaan pasokan daging sapi.
Namun soal naiknya harga, dia menilai, kemungkinan ini terjadi juga karena pasokan dari supplier yang mahal.
Ayik-panggilan akrab Mualif Arif memperkirakan, ini juga ada kaitannya dengan pasca Idul Fitri dan menjelang Idul Adha. “Tetapi yang aneh, kenapa justri daging kambing harganya turun,” beber Ayik.
Ayik pun mengaku, pemerintah tidak tinggal diam. Pihaknya akan melakukan penelusuran terkait penyebab kelangkaan sapi di Kota Pasuruan. Pihaknya juga berencana akan menggandeng Satgas Pangan Kota Pasuruan untuk mengecek langsung ke lapangan.
"Saya baru dapat laporan itu siang tadi (Jumat, red). Semestinya aman sih. Tapi tetap akan kami telusurinya nanti dengan melibatkan Satgas Pangan di Kota Pasuruan," bebernya.
Ayik juga bakal mengambil langkah terkait tudingan maraknya daging sapi glonggongan. Ayik memastikan, Dinas Pertanian Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan tentu Satgas Pangan.
“Memang sempat ada isu ini, tapi kami bersama satgas pangan setiap waktu berupaya mencegah daging ilegal ini,” beber Ayik. (ube/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni