PANDAAN, Radar Bromo – Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan hingga kini belum berjalan sama sekali. Progresnya nol persen.
Kepala Bidang Koperasi, Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Roselina menyebut, KDMP berdiri di tiap desa yang ada di 24 kecamatan.
Dari total 24 kecamatan itu, dua kecamatan belum memulai pembangunan gedung KDMP sama sekali. Yaitu, Kecamatan Tosari dan Tutur.
“Dari 24 kecamatan yang ada, sampai sekarang ada dua kecamatan yang progres pembangunan gedung KDMP-nya nol persen yaitu Tosari dan Tutur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, belum dimulainya pembangunan di dua wilayah tersebut disebabkan keterbatasan lahan.
Di Kecamatan Tosari terdapat delapan desa, sementara di Kecamatan Tutur ada 12 desa yang seluruhnya belum membangun gedung KDMP.
Menurut Roselina, sejumlah desa di kedua kecamatan tersebut telah diajukan untuk menggunakan lahan milik Perhutani sebagai lokasi pembangunan.
Namun hingga kini pengajuan tersebut belum mendapatkan persetujuan.
Hal senada disampaikan Camat Tutur Hendi Candra Wijaya. Ia menyebut, seluruh desa di wilayahnya belum dapat memulai pembangunan karena tidak memiliki lahan yang memenuhi syarat untuk pembangunan.
“Sebanyak 12 desa belum membangun gedung KDMP sama sekali. Tanah bengkok tidak ada, sementara tanah kas desa ada tetapi luasnya tidak memenuhi syarat,” jelasnya.
Camat Tosari Bahtiar juga membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut, belum ada satu pun desa di wilayahnya yang memulai pembangunan gedung KDMP.
"Desa-desa di Kecamatan Tosari, belum ada yang membangun gedung KDMP," katanya singkat
Saat ini, Pemkab Pasuruan masih mengupayakan solusi penyediaan lahan. Sehingga pembangunan gedung KDMP di dua kecamatan tersebut dapat segera direalisasikan. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi