BEJI, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan langsung merespons keluhan warga Desa/Kecamatan Beji.
Akses jalan yang porak-poranda diterjang banjir pada Selasa (24/3) lalu, dipastikan akan segera diperbaiki.
Kepala Dinas PUPR Eko Bagus Wicaksono melalui Kepala PPTK-nya, Samsul Mu'in menjelaskan bahwa wilayah Beji merupakan skala prioritas yang harus segera mendapatkan penanganan pasca musibah banjir yang terjadi tiga hari kemarin.
"Hari ini (kemarin, red) kami telah melakukan pendataan di semua titik yang infrastrukturnya rusak akibat banjir. Untuk wilayah ini merupakan skala prioritas yang harus segera dipulihkan," terang Samsul.
Proses pemulihan, dijadwalkan akan dimulai Sabtu (28/3). Ia memperkirakan, pengerjaan akan rampung dalam lima hari ke depan.
Pengerjaan darurat ini didanai melalui pos biaya Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai bentuk percepatan penanganan bencana.
Salah satu fokus utama perbaikan adalah di RT 01 RW 03, tepatnya di depan gapura pintu jalan Tompo Truno.
Titik ini merupakan akses vital, karena menjadi jalur utama keluarnya kendaraan warga dusun.
Tercatat, kerusakan jalan di titik ini, panjangnya 20 meter, dengan lebar 3,5 meter dan ketinggian gerusan hampir satu meter.
Eka Prasetya, 32, salah seorang warga setempat, mengaku lega dengan langkah cepat pemerintah.
Ia menceritakan bahwa sebelumnya warga sempat bergotong-royong melakukan perbaikan darurat agar jalan bisa dilalui minimal oleh kendaraan roda dua.
"Syukur Alhamdulillah pemerintah langsung cepat tanggap untuk segera memperbaikinya. Jalan ini adalah akses utama keluar masuknya warga sini," ungkap Eka.
Sambutan baik serupa juga diungkapkan oleh M Hidayat, warga RT 02 RW 03. Menurutnya, upaya percepatan penaanganan ini patut diapresiasi.
Namun, musibah atau kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi dua kali. Dan yang ketiga kali ini, yang paling parah.
Atas kondisi itu, ia berharap kedepannya nanti jalan paving di titik masuk tersebut diganti dengan adanya beton cor.
Selain itu, perlu adanya drainase di ruas jalan raya utama yang berada tepat di depan dusunnya. Yang menjadi jalur lewatnya air dari sisi selatan, yakni Dusun Pasinan.
"Dengan begitu Insya Allah bisa meminimalisir kejadian serupa. Untuk jalan raya depan dusun memang belum ada sistem drainasenya. Yang sudah ada itu di sebelah barat dan timur dusun saja. Itupun tidak berfungsi maksimal," imbuhnya. (ube/one)
Editor : Jawanto Arifin