PASURUAN, Radar Bromo-Kondisi Buk Wedi di jalur pantura Kota Pasuruan yang kerap terendam banjir juga jadi perhatian Pemprov Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi langganan banjir di sekitar jembatan Buk Wedi di Kelurahan Blandongan, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Kamis (26/3) siang.
Di tempat ini, dia meninjau kondisi pompa air di lokasi banjir di lingkungan Buk Wedi.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo yang menemani Gubernur menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik di kota. Fokus utama pemerintah adalah menyedot air di wilayah tergenang.
“Kunjungan Gubernur ini merupakan bagian dari rangkaian peninjauan titik-titik rawan banjir. Tujuannya untuk merumuskan langkah penanganan yang efektif,” terang Mas Adi –sapaan akrab wali kota- didampingi Wawali Kota HM Nawawi dan Sekda Rudiyanto.
Saat ini, menurut Adi, dinas terkait sedang bekerja keras di lapangan untuk memastikan air tidak tertahan di pemukiman warga.
Genangan air disedot karena posisi wilayah terdampak banjir di lokasi rendah.
"Karena lokasi banjir posisinya di bawah, kalau tidak disedot, airnya tidak akan bisa mengalir. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami bersama, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kota untuk mengatasi banjir di Kota Pasuruan," ujar Adi Wibowo.
Tak hanya solusi sesaat, Adi memaparkan rencana jangka panjang yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Beberapa langkah permanen yang direncanakan meliputi, peninggian Jembatan Buk Wedi.
Rencananya, jembatan di jalur nasional tersebut akan ditinggikan untuk memperlancar arus air. Pengerjaan ini dijadwalkan akan dimulai pada awal April mendatang.
Selain itu, Mas Adi–sapaannya–menyinggung upaya perbaikan tanggul atau plengsengan yang ambrol.
Serta melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan secara berkala untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai.
"Upaya ini harus dilakukan secara simultan. Kami tidak hanya bicara jangka pendek, tapi bagaimana solusi jangka panjangnya agar masalah banjir ini benar-benar bisa teratasi secara permanen," jelasnya.
Dengan sinergi Pemkot Pasuruan dan Pemprov Jawa Timur, diharapkan masyarakat di wilayah terdampak banjir tidak selalu waswas saat musim hujan. Seperti di Kelurahan Blandongan. (ube/hn)
Editor : Muhammad Fahmi