Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tinjau Banjir di Rejoso Pasuruan, Gubernur Jatim Khofifah Minta Kebutuhan Warga Terdampak Terpenuhi

Mokhamad Zubaidillah • Kamis, 26 Maret 2026 | 20:58 WIB
TINJAU BANJIR: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke lokasi terdampak banjir dengan perahu karet di Rejoso, Kabupaten Pasuruan (26/3). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
TINJAU BANJIR: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke lokasi terdampak banjir dengan perahu karet di Rejoso, Kabupaten Pasuruan (26/3). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

REJOSO, Radar Bromo–Warga terdampak banjir di Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mendapat kunjungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Tujuannya untuk memastikan penanganan pascabencana dan distribusi bantuan berjalan maksimal.

Dalam kunjungan yang dilakukan Kamis (26/3) siang itu, Gubernur didampingi Wakil Bupati (wabup) Pasuruan Sobih Asrori. Hadir juga sejumlah pejabat dari BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.

​Setibanya di lokasi, Gubernur langsung menuju tenda yang juga posko pengungsian BPBD.

Di sana, Gubernur berdialog dengan para pengungsi, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memberikan penguatan moril kepada ibu-ibu dan anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, dan kebutuhan logistik lainnya kepada warga.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa darurat banjir.

Tak hanya memantau posko, Gubernur bersama rombongan juga turun menembus titik banjir menggunakan perahu karet. Mereka menyisir lorong-lorong permukiman guna memantau kondisi rumah warga dan infrastruktur yang terdampak banjir.

"Yang paling penting adalah evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Kami juga memastikan dapur umum sudah beroperasi untuk menyuplai makanan sehat bagi warga yang terdampak," ujar Khofifah.

Selain masalah logistik, Gubernur juga menginstruksikan tim medis untuk tetap siaga di posko-posko kesehatan.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir yang sering menyerang warga di pengungsian.

"Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak terlayani dengan baik. Terutama kebutuhan dasar seperti makanan dan kesehatan," ujar Khofifah di sela-sela tinjauannya.

​Terkait penyebab banjir, Gubernur menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan tanggul di sekitar aliran sungai.

Ia menyebutkan perlunya normalisasi sungai secara berkala agar kapasitas tampung air meningkat saat curah hujan tinggi.

​"Kami akan koordinasikan dengan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) untuk melihat titik-titik mana yang perlu penguatan tanggul atau normalisasi. Sinergi dengan pemerintah daerah setempat sangat krusial agar solusi yang diambil bisa permanen," tambahnya.

​Menurutnya, Pemprov Jatim telah menyediakan 6 pompa milik Dinas PU SDA untuk menguras air banjir. Ditambah 4 pompa milik Pemkab Pasuruan.

Namun tidak semua pompa bisa dimanfaatkan. Sebab, kondisi daerah terdampak banjir ada di dataran rendah. Ketinggian banjir sama dengan ketinggian air sungai.

Baca Juga: Update Banjir H+4 Lebaran di Kabupaten Pasuruan: Ini Daftar 11 Kecamatan dan 21.145 Jiwa Terdampak

Kades Jarangan Mukminin mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayahnya disebabkan jebolnya tanggul anak sungai Rejoso, Rabu (25/3) siang. Membuat air sungai meluap dan menggenangi permukiman hingga ketinggian 80 sentimeter.

Warga yang khawatir, sebagian mengungsi. Berdasarkan data yang tercatat, jumlah pengungsi sebanyak 167 KK dengan total 467 jiwa.

"Rabu (25/3) kemarin, awal banjir datang itu tingginya sekitar 50 sentimeter. Hari ini (kemarin, Red) naik hampir 80 sentimeter. Warga akhirnya ngungsi di posko ini. Biasanya kisaran lima hari baru air surut, tergantung situasi dan kondisi," ujar Mukminin.

Ia pun berharap pemkab dan pemprov terus memperhatikan kondisi warganya yang terdampak. Juga segera melakukan upaya penanganan permanen agar banjir tidak rutin melanda desanya.

Editor : Muhammad Fahmi
#khofifah #banjir #pasuruan #gubernur jatim #rejoso