Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Selain Rendam Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo, Banjir Rendam Kawasan Permukiman Blandongan

Mokhamad Zubaidillah • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:33 WIB

 

KEDATANGAN "TAMU" TAK DIUNDANG: Salah satu warga bersantai di ruang tamu rumahnya dengan kue lebaran yang masih tersaji dalam kondisi banjir. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
KEDATANGAN "TAMU" TAK DIUNDANG: Salah satu warga bersantai di ruang tamu rumahnya dengan kue lebaran yang masih tersaji dalam kondisi banjir. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 PASURUAN, Radar Bromo–Lebaran kali ini terasa berbeda bagi sejumlah warga di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan.

Saat tamu masih datang silih berganti untuk silaturahmi, eh rumah sejumlah warga kedatangan “tamu” tak diundang. Banjir imbas meluapnya sungai Bukwedi.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pasuruan menyebabkan Sungai Bukwedi meluap sejak Selasa (24/3) malam.

Akibatnya, air tidak hanya menggenangi jalan raya Pantura Pasuruan-Probolinggo, tetapi juga merendam pemukiman warga di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan.

​Berdasar pantauan di lolasi pada Rabu (25/3) siang, banjir rupanya masih menggenangi pemukiman.

Wilayah terdampak terakhir adalah lingkungan Rekesan, Kelurahan Blandongan.

Di kawasan ini genangan air masih terlihat setinggi betis orang dewasa di beberapa titik.

​Ketua RT 02 RW 04 lingkungan Rekesan, Mat Kalam (55), mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke wilayah pemukiman sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebelumnya, luapan air sungai terlebih dahulu membanjiri jalan raya pada Selasa (24/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

​"Ke jalan raya dulu jam delapan malam, baru masuk ke pemukiman warga sekitar jam dua dini hari. Airnya kiriman dari sisi selatan karena sungai (Bukwedi) meluap," ujar Mat Kalam saat ditemui di lokasi.

​Kondisi ini memaksa warga untuk tetap waspada dan mengamankan barang-barang berharga mereka.

Warni (73), salah seorang warga yang tinggal di RT yang sama, menuturkan bahwa air masuk ke dalam rumahnya dengan cepat.

Meski sempat khawatir, ia memilih bertahan sambil berupaya membendung air agar tak masuk ke kediamannya.

​"Air masuk ke rumah sekitar jam sembilan malam, dan bukannya surut, malah makin tinggi tadi pagi. Belum pernah kayak gini," keluh Warni.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya harus berupaya sendiri menyelamatkan perabotan karena tinggal seorang diri.

​Hingga Rabu siang, arus lalu lintas di jalan raya Pantura Pasuruan-Probolinggo terpantau padat merayap.

Kendaraan baik roda dua maupun roda empat harus memperlambat laju mereka saat melintasi genangan air guna menghindari mogok atau kecelakaan.

Warga berharap debit air segera turun. Mereka juga menaruh harap tinggi adanya solusi jangka panjang agar luapan Sungai Bukwedi tidak terus menghantui setiap kali hujan deras turun. (ube)

Editor : Muhammad Fahmi
#bugulkidul #banjir #pasuruan #pantura #permukiman #probolinggo #blandongan