PASURUAN, Radar Bromo - Banjir tak hanya melumpuhkan wilayah Kabupaten Pasuruan, tapi juga merendam belasan kelurahan di Kota Pasuruan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi di wilayah hulu memicu luapan tiga sungai besar sekaligus. Yakni, Sungai Welang, Sungai Petung, dan Sungai Gembong.
Di wilayah Kota, air mulai merangkak naik sejak pukul 19.00 WIB. Sungai Gembong menjadi yang pertama meluap, disusul Sungai Petung dan Sungai Welang.
Hingga Rabu (25/3) dini hari, genangan air masih bertahan di beberapa pemukiman warga dan sejumlah ruas jalan protokol. Banjir sudah surut sekitar jam 05.00 WIB.
Data dari Pusdalops BPBD Kota Pasuruan menyebutkan, luapan Sungai Gembong berdampak paling luas.
Di Kecamatan Purworejo, lima kelurahan terendam, yakni Pohjentrek, Wirogunan, Purutrejo, Kebonagung, dan Purworejo.
Sementara di Kecamatan Panggungrejo, air merendam Petamanan, Kebonsari, Kandangsapi, dan Bangilan.
Warga terdampak tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang dalam rumah.
Seperti tampak di perkampungan dekat Sungai Gembong di lingkungan Jambangan, Kelurahan Purworejo.
Sebagian warga kompak mengungsikan kendaraan mereka ke lokasi yang aman dari banjir.
Tak hanya kendaraan, sejumlah perabotan rumah tangga pun tak luput untuk diamankan. Mulai peralatan elektronik, kursi meja ruang tamu hingga tempat tidur.
"Sebelumnya kami monitor kondisi wilayah selatan yang banjir. Jadi kami sudah siap-siap buat ngamanin barang-barang. Termasuk motor beserta perabotan rumah," ujar Marno, warga lingkungan Jambangan.
Banjir dengan kondisi cukup parah juga terpantau di kawasan Kelurahan Petamanan.
Seperti yang terjadi di lingkungan Petamanan Gang 7. Luapan sungai dengan kondisi air yang cukup deras memaksa petugas mengevakuasi warga sekitar. Kebanyakan mereka adalah para lansia.
"Kami fokus pada penyelamatan korban. Pengungsian sementara sudah dibuka di SMA Salahuddin untuk warga Petamanan," ujar Eliasa Akbar, Plt. Kalaksa BPBD Kota Pasuruan.
Tak hanya itu, akses jalan di Jl. Ir. H. Juanda di jembatan Bukwedi juga terpaksa ditutup total. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur lingkar selatan lantaran ketinggian air yang membahayakan pengguna jalan.
Penyebab banjir serentak ini disebabkan oleh tingginya curah hujan di hulu yang melampaui 3 jam. Volume air yang melebihi kapasitas sungai diperparah dengan sumbatan material.
Sampah rumah tangga hingga rumpun bambu (barongan) yang hanyut dari hulu menyumbat aliran air di jembatan-jembatan utama.
Di sisi timur, yakni wilayah Kecamatan Bugulkidul, Sungai Petung merendam pemukiman dan jalan di Kelurahan Blandongan.
Sementara di sisi barat, Sungai Welang yang menjadi langganan banjir kembali meluap dan merendam Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo.
BPBD Kota Pasuruan memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil diprediksi mencapai angka yang signifikan.
"Kerusakan infrastruktur dan lahan sawah produktif masih dalam penghitungan pihak terkait," tambah Eliasa.
Langkah darurat terus dilakukan. Dinas Kesehatan juga telah menyiagakan unit ambulans di titik-titik rawan.
Sementara bantuan logistik mulai didistribusikan ke wilayah terdampak luapan, terutama di wilayah Sungai Gembong yang merupakan terdampak paling parah.
Seluruh elemen mulai dari TNI/Polri, relawan, hingga petugas PLN tetap bersiaga memantau debit air yang masih fluktuatif.
Lokasi Terdampak Banjir Luapan Sungai Gembong:
KECAMATAN PURWOREJO
* Kelurahan Pohjentrek
* Kelurahan Wirogunan
* Kelurahan Purutrejo
* Kelurahan Kebonagung
* Kelurahan Purworejo
KECAMATAN PANGGUNGREJO
* Kelurahan Petamanan
* Kelurahan Kebonsari
* Kelurahan Kandangsapi
* Kelurahan Bangilan
Lokasi terdampak Banjir Luapan Sungai Petung:
KECAMATAN BUGUL KIDUL
- Kelurahan Blandongan
Lokasi terdampak Banjir Luapan Sungai Welang:
KECAMATAN GADINGREJO
-Kelurahan Karangketug
Editor : Muhammad Fahmi