Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Akses Jalan Paving di Beji Pasuruan Rusak usai Diterjang Banjir Besar, Tak Bisa Dilintasi Mobil

Mokhamad Zubaidillah • Rabu, 25 Maret 2026 | 09:06 WIB
RUSAK PARAH: Kondisi di Desa/Kecamatan Beji, Rabu (25/3) pagi. Akibat diterjang banjir Selasa (24/3) sore, jalan paving di Dusun/ Desa Beji rusak poranda. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
RUSAK PARAH: Kondisi di Desa/Kecamatan Beji, Rabu (25/3) pagi. Akibat diterjang banjir Selasa (24/3) sore, jalan paving di Dusun/ Desa Beji rusak poranda. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

BEJI, Radar Bromo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan pada Rabu (25/3) dini hari menyisakan duka bagi warga Desa Beji, Kecamatan Beji.

Banjir besar yang melanda wilayah tersebut tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga membuat akses jalan di Dusun Beji rusak parah tergerus arus air yang kuat. ​Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (25/3) pagi, terdapat sedikitnya tiga titik kerusakan infrastruktur jalan yang cukup fatal di dusun tersebut.

RUSAK PARAH: Kondisi di Desa/Kecamatan Beji, Rabu (25/3) pagi. Akibat diterjang banjir Selasa (24/3) sore, jalan paving di Dusun/ Desa Beji rusak poranda. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
RUSAK PARAH: Kondisi di Desa/Kecamatan Beji, Rabu (25/3) pagi. Akibat diterjang banjir Selasa (24/3) sore, jalan paving di Dusun/ Desa Beji rusak poranda. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 Titik pertama berada di pertigaan jalan RT 05 RW 03. Jalan yang sebelumnya tersusun rapi dengan paving kini tampak luluh lantak. Paving-paving tersebut berserakan, menyisakan lubang menganga di tengah jalan yang membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: Sembilan Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Dikepung Banjir, Beji Paling Parah

​Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan, warga berinisiatif memasang tali pembatas seadanya sebagai tanda pengamanan. Kondisi ini membuat akses jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dengan ekstra hati-hati.

​"Kondisinya memang parah setelah banjir tadi subuh. Jalan tidak bisa dilewati mobil, hanya motor yang bisa melintas itu pun harus pelan-pelan karena pavingnya sudah lepas semua," ujar Abdul Karim, 78, warga setempat.

​Kerusakan yang jauh lebih parah terlihat di sisi barat dusun, tepatnya di Jalan Tompo Truno yang menjadi pintu masuk utama melalui gapura dusun.

Di titik ini, akses transportasi lumpuh total. Jalanan tampak seperti sungai kering dengan lubang besar dan tumpukan paving yang terbongkar akibat terjangan banjir. Kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintasi jalur ini.

​Jika dilihat dari tata letak wilayah, Jalan Tompo Truno merupakan jalan akses keluar yang menghubungkan akses masuk Dusun Beji sisi barat.

​Ahmad Teguh Prasetya, 32, warga RT 01 RW 03, berharap pihak terkait segera melakukan peninjauan dan perbaikan.

"Ini jalan utama masuk dusun. Kalau kondisinya terputus begini, aktivitas warga lumpuh total. Kami berharap segera ada bantuan perbaikan paving agar jalan bisa berfungsi kembali," tuturnya saat ditemui di lokasi kerusakan.

Saat ini warga masih bergotong-royong membersihkan sisa-sisa lumpur dan menyingkirkan material paving yang sekiranya masih bisa dirapikan secara manual.

Banjir tak merusak jalan paving saja, melainkan juga menimpa rumah warga. Pagar tembok yang membatasi rumah warga di RT 04 RW 03 kondisinya ambruk. Namun, tidak korban jiwa dalam kejadian tersebut. (ube/fun)

Editor : Fandi Armanto
#banjir #bpbd #kerusakan infrastruktur #kecamatan beji