PASURUAN, Radar Bromo - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan sejak Selasa sore (24/03) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Tidak hanya merendam rumah-rumah warga, banjir kali ini juga menggenangi akses jalan utama, termasuk jalur nasional Pantura Beji menuju Bangil.
Banjir mulai terpantau sekitar pukul 15.00. Pantauan awal banjir terjadi di wilayah Pasuruan Barat dan Selatan. Seperti jalan utama Pandaan-Malang di Sukorejo dan jalan Pasuruan-Malang di depan pasar Wonorejo.
Kondisi semakin parah saat memasuki petang. Akses jalur Pantura Beji (penghubung Gempol-Bangil) tertutup genangan air yang cukup dalam. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu.
Kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan sempat tidak dapat melintas. Kondisi ini tentu memicu antrean panjang. Apalagi memasuki H+3 mudik Lebaran ini, volume kendaraan cukup naik signifikan.
Sejumlah personel Satlantas Polres Pasuruan tampak bersiaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Banyak pengendara roda dua yang nekat menerobos akhirnya mengalami mogok mesin.
"Sebagian pengendara memilih putar balik masuk lewat jalur tol, sementara sisanya masih bertahan menunggu air surut," terang Zamroni,40, salah satu pengendara yang berada di lokasi.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang hendak menuju Surabaya atau sebaliknya agar menghindari jalur pantura Beji untuk sementara waktu dan menggunakan jalur alternatif atau tol guna menghindari kemacetan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa banjir kali ini terjadi merata dari wilayah timur hingga barat.
Wilayah Kecamatan Beji menjadi wilayah yang paling terdampak. Secara khusus, kondisi di Desa Pasinan dilaporkan paling krusial. Saat ini, petugas gabungan sedang memfokuskan proses evakuasi warga di lokasi tersebut. Banjir di Beji juga sempat melumpuhkan jalur pantura karena jalan tergenang setinggi 50-60 sentimeter.
"Tim personel kami sudah disebar untuk melakukan evakuasi di titik-titik terdampak. Khususnya di wilayah Beji," ujar Kalaksa Sugeng saat dihubungi, Selasa (24/3) malam.
Tak cukup itu, wilayah Pasuruan Timur juga tak luput dari terjangan air. Mulai wilayah Pasrepan, Winongan, hingga Gondangwetan. Dilaporkan juga di Dusun Klodangan, Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan, air masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter.
Dalam rekaman video amatir, terlihat perabotan rumah tangga terendam. Sementara penghuni rumah berusaha menyelamatkan barang berharga di tengah kegelapan malam.
Sementara itu, di wilayah Winongan, sedikitnya empat desa terendam banjir akibat luapan sungai, yakni: Desa Sentul, Menyarik, Mendalan, Gading dan sejumlah desa lain yang dilintasi sungai yang bermuara di DAS Rejoso.
Seperti alur banjir umumnya, banjir kiriman ini akan bergerak menuju ke wilayah datatan rendah sisi utara. Yakni, Kedawung kulon, Grati dan juga beberapa desa di wilayah Kecamatan Rejoso.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih menyisakan gerimis di beberapa wilayah. Sementara warga masih bersiaga mengantisipasi adanya banjir susulan kiriman dari wilayah hulu. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto