Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Plengsengan Sungai Gembong di Karangwingko Pasuruan Ambrol, Warung Kopi Hanyut Terseret Arus

Mokhamad Zubaidillah • Minggu, 22 Maret 2026 | 16:09 WIB
Kondisi plengsengan yang ambrol di Karangwingko, Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Kondisi plengsengan yang ambrol di Karangwingko, Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

​PASURUAN, Radar Bromo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan mengakibatkan plengsengan Sungai Gembong di Lingkungan Karangwingko masuk Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, ambrol pada Sabtu (21/3) malam.

Ambrolnya plengsengan itu juga menyebabkan sebuah warung kopi semi permanen milik warga tergerus dan hanyut terseret arus sungai.

Berdasar informasi yang didapatkan, peristiwa itu terjadi sekitar jam 21.30 WIB.

Saat itu kondisi hujan deras.Terutama di wilayah Pasuruan bagian selatan. Hal ini tentu memicu peningkatan volume air sungai secara signifikan.

Sehingga menyebabkan stabilitas tanah di sekitar plengsengan-bantaran melemah dan kondisinya jadi labil.

Akibatnya, plengsengan akhirnya ambrol. Salah satu bangunan semi permanen, yakni warung kopi milik warga sekitar ikut tergerus ke bawah.

Seluruh materialan warung itupun hanyut tak tersisa terseret arus. Beruntung taka da korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Warung yang ikut ambrol itu bangunannya semi permanen. Dan sudah lama tidak dipakai sama yang punya,” ungkap Umi Kulsum (35) warga sekitar.

Dari tinjuan di lokasi, tampak sederatan bangunan semi permanen lain berada tepat di atas bantaran sungai.

Bangunan-bangunan itu berdiri berderet dari utara ke selatan. Lokasinya hanya berjarak 2-3 meter dari warung yang ambrol tadi.

Deretan bangunan tersebut terbilang masih baru berdiri. Menyerupai kios-kios kecil yang dimanfaatkan untuk usaha jualan.

Pantauan di lokasi juga terdapat  lubang besar menganga terletak berdekatan bekas titik ambrolnya plengsengan dan bangunan gapura masuk Karangwingko.

Tepat berada di batas utara plengesangan yang ambrol, yakni dibawah jembatan  Jalan Untung Suropati  merupakan pondasi berupa bronjong kawat yang baru kelar dibangun akibat gerusan pada beberapa waktu lalu.

Plt Kalaksa BPBD Kota Pasuruan, Eliasa Akbar, melalui Kasi Kedaruratan Anang Sururin mengonfirmasi kejadian tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa stabilitas tanah di sekitar bantaran sungai melemah akibat debit air yang meningkat tajam.

​"Kejadiannya sekitar setengah sepuluh malam. Plengsengan tidak kuat menahan gerusan air, sehingga ambrol. Sayangnya, ada satu warung kopi semi permanen yang berdiri tepat di atasnya ikut terseret jatuh ke sungai," ujar Anang.

Usai menerima laporan warga, ia bersama tim segera meluncur ke lokasi untuk melakukan sterilisasi.

Fokus penangan pertama yaitu pengamanan area agar tidak ada warga yang mendekat ke titik longsor.

"Langkah awal kita adalah melakukan asesmen dan memasang garis pembatas di sepanjang area yang terdampak. Dan selanjutnya akan kami tutup area tersebut dengan terpal demi keamanan," jelas Anang dalam keterangannya.

Dari hasil assemen dan pengukuran diketahui bahwa tebing pelengsengan yang ambrol itu panjangnya 12 meter. Dengan ketinggian sekitar 6,5 meter.

Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut terhadap material plengsengan yang ambrol agar tidak menghambat aliran sungai.

Ia juga menghimbau warga yang melintas untuk ekstra waspada karena retakan tanah masih berpotensi meluas jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. (ube/mie)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#karangwingko #pasuruan #ambrol #sungai gembong #longsor #warung kopi