PASURUAN, Radar Bromo - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pasuruan memastikan sistem kelistrikan selama Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman.
Didukung cadangan daya sebesar 542 MW atau sekitar 45 persen dari total daya mampu pasok.
Manajer PLN UP3 Pasuruan Agus Susanto menegaskan, kesiapan tersebut didukung kapasitas pasokan yang jauh di atas beban puncak.
“Sistem kelistrikan dipastikan berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total daya mampu pasok mencapai 1.212 MW, sementara beban puncak sebesar 670 MW.
Dengan demikian, tersedia cadangan daya sebesar 542 MW atau sekitar 45 persen dari total daya mampu pasok. Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan listrik selama periode Lebaran.
Selain sistem utama, PLN juga memastikan keandalan kelistrikan pada sistem terpisah (isolated) di Pulau Gili Ketapang.
“Di Gili Ketapang, daya mampu pasok sebesar 1.310 kW dengan beban puncak 570 kW. Sehingga masih terdapat cadangan daya 740 kW,” jelas Agus.
Selama masa siaga kelistrikan, PLN UP3 Pasuruan mengerahkan 403 personel yang terdiri atas 46 pegawai PLN dan 373 tenaga alih daya (TAD) serta mitra kerja.
Seluruh personel disiagakan untuk memastikan keandalan pasokan listrik dan mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.
Berbagai peralatan pendukung juga telah disiapkan. Di antaranya, 16 unit Gardu Bergerak (UGB), dua unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 30 kVA dan 20 kVA.
Lalu, satu Unit Kabel Bergerak (UKB), satu Unit Cubicle dan Kabel Bergerak (UCKB), serta tiga unit genset mobile.
PLN menyiapkan kendaraan operasional untuk mendukung pekerjaan di lapangan. Meliputi dua unit armada Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 34 unit mobil pelayanan teknik, 18 unit sepeda motor unit layanan pelanggan, serta empat unit truk pemeliharaan.
“Material cadangan untuk penanganan gangguan juga dipastikan tersedia dalam jumlah yang cukup,” tambah Agus.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PLN UP3 Pasuruan mendirikan 10 posko siaga dan posko mudik yang tersebar di satu kantor UP3 dan sembilan kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP).
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat apabila terjadi gangguan kelistrikan selama periode Lebaran.
PLN juga memberikan perhatian khusus pada 68 lokasi prioritas yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan listrik tinggi.
Lokasi tersebut terdiri atas 29 tempat ibadah dan pondok pesantren, 21 titik di sektor transportasi, pertahanan, dan pemerintahan.
Serta, 18 lokasi lain seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit.
Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, PLN UP3 Pasuruan turut menyiapkan 39 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 16 lokasi. Total kapasitas pengisian yang tersedia mencapai 1.964 kW untuk mendukung kebutuhan pemudik pengguna kendaraan listrik.
“Dengan seluruh kesiapan tersebut, PLN UP3 Pasuruan menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Agus. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi