PASURUAN, Radar Bromo– Bangunan SDN Bugullor di kelurahan Bugullor, kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ambruk sejak 2024. Namun rencana rehab atas gedung sekolah itu sulit terealisasi.
Usulan rehab yang diajukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota pasuruan pada Pemerintah Pusat ditolak. Alasannya, bangunan itu sudah tidak dipakai.
Kepala Dispendikbud Kota Pasuruan Lucky Danardono menyebut, rehab bangunan kelas SDN Bugullor diupayakan menggunakan APBN. Sebab, kerusakannya cukup parah.
Ada dua ruangan yang ambruk pada 2024. Pihaknya lantas mengusulkan rehab lewat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2025.
Namun usulan itu belum juga disetujui. Alasannya, ruang kelas itu sudah lama tidak digunakan, sebelum akhirnya ambruk pada 2024.
Selama itu pula, Pemerintah Pusat menilai kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu.
Bisa tetap berjalan menggunakan ruangan lain yang tersedia.
"Pusat melihat bangunan itu sudah lama tidak berfungsi sebelum musibah tersebut. KBM tetap bisa berjalan meski bangunan itu ambruk," katanya.
Diketahui, dua ruangan di SDN Bugullor ambruk pada 2024. Penyebabnya diduga karena bangunan lapuk, mengingat memang sudah lama tidak dipakai. Ditambah hujan deras sehari sebelumnya.
Sebagai antisipasi, menurut Lucky, sekolah sudah meminta siswa agar tidak mendekati bangunan itu. Sebab, jelas-jelas membahayakan.
Karena bisa jadi bangunan itu ambruk lagi. Sementara untuk merobohkannya juga tidak mudah karena butuh biaya yang tidak sedikit.
"Diusulkan lewat APBD jelas sulit. Karena anggaran pemda terbatas. Mau dirobohkan juga butuh biaya," pungkas Lucky. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi