Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Titik Rawan Kemacetan dan Kejahatan selama Arus Mudik Lebaran, Polisi Lakukan Penebalan Pengamanan di Titik Krusial

Fuad Alyzen • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:54 WIB

 Ruas tol Gempol-Pandaan saat dipotret H-5 Lebaran. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Ruas tol Gempol-Pandaan saat dipotret H-5 Lebaran. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 PASURUAN, Radar Bromo - Menghadapi gelombang mudik Lebaran 1447 H, Polres Pasuruan melakukan penebalan pengamanan di titik-titik krusial.

Sebanyak 7 pos disiagakan untuk memantau pergerakan kendaraan dan mengantisipasi kerawanan. Mulai kemacetan hingga potensi tindak kriminalitas di sepanjang jalur utama Kabupaten Pasuruan.

Operasi bersandi Ketupat Semeru 2026 ini akan digulirkan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret. Fokus utamanya adalah menjamin kelancaran arus di “segitiga emas” Jawa Timur yang melintasi Pasuruan.

Juga jalur-jalur tanjakan menuju kawasan wisata yang kerap menjadi biang kemacetan saat libur panjang.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan, pemetaan titik rawan sudah dilakukan. Untuk itu, pihaknya menerjunkan 220 personel Polri yang disokong oleh ratusan personel gabungan dari TNI, Dishub, hingga Satpol PP.

Sebanyak 7 pos disiagakan. Antara lain, 4 Pos Pengamanan (Pos Pam), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 1 Pos Terpadu. “Penempatannya di lokasi dengan mobilitas tinggi yang punya potensi kerawanan macet dan kecelakaan,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Titik yang patut diwaspadai pemudik antara lain jalur Arteri Gempol dan Alun-Alun Bangil yang menjadi urat nadi kendaraan non-tol.

Sementara bagi pemudik yang hendak menuju kawasan dingin, Pos Pam disiagakan di Cimory Prigen dan Tosari guna mengantisipasi kepadatan arus wisata menuju Gunung Bromo.

Pusat kendali operasi lapangan akan dipusatkan di Pos Terpadu Taman Dayu, Pandaan. Lokasi ini dipilih karena merupakan titik temu arus dari arah Surabaya, Malang, dan Banyuwangi yang kerap mengalami penumpukan kendaraan saat puncak arus mudik maupun balik.

Selain kemacetan, petugas juga mewaspadai kerawanan di pusat perbelanjaan, terminal, dan rumah ibadah. Patroli skala besar akan diintensifkan untuk mencegah aksi kejahatan jalanan.

Seperti jambret maupun pencurian kendaraan bermotor yang kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat di masa Lebaran.

“Sinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder terus kami perkuat. Harapannya, arus mudik di wilayah Pasuruan berjalan aman, lancar, dan terkendali tanpa ada gangguan kamtibmas yang menonjol,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Polres Pasuruan Kota mengerahkan 344 personel dan mendirikan sejumlah pos pengamanan selama arus mudik hingga balik Lebaran 2026. Tujuannya, terutama untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, serta potensi kriminalitas.

Pengamanan dilakukan melalui pembentukan satuan tugas yang bertugas hingga 29 Maret. Dengan fokus pada patroli di titik rawan serta penjagaan di pos-pos strategis.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly mengatakan, peningkatan aktivitas masyarakat pada masa pra dan pascalebaran berpotensi memicu kepadatan lalu lintas dan tindak kejahatan. Terutama pada rumah kosong yang ditinggal mudik.

Untuk itu, pihaknya memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung sebelum operasi digelar. “Kesiapsiagaan personel dan fisik sudah kami siapkan untuk menjamin keamanan saat Lebaran, baik sebelum maupun sesudahnya,” ujarnya.

Total ada 344 personel yang diterjunkan, terdiri atas 124 anggota Polri, 100 personel TNI, dan sisanya petugas gabungan. Mereka disebar untuk patroli serta siaga di pos pelayanan dan pengamanan.

Empat pos disiapkan, yakni Pos Pelayanan dan Pos Terpadu di Alun-Alun Pasuruan, serta dua Pos Pengamanan di Rest Area Tol 792-A dan Simpang Tiga Ngopak. Sebagian personel ditempatkan di pos, sementara lainnya melakukan patroli rutin.

Sejumlah titik rawan juga telah dipetakan. Di antaranya simpang empat Kebonagung di Kecamatan Purworejo dan Jalan Embong Miring di Kecamatan Nguling yang berpotensi terjadi kemacetan dan kecelakaan.

Selain itu, kawasan Alun-Alun Pasuruan menjadi perhatian karena berpotensi terjadi tindak kriminal. Seperti pencopetan dan pencurian kendaraan bermotor, terutama di area parkir pusat perbelanjaan.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kepolisian menyiapkan rekayasa arus. Kendaraan dari arah Probolinggo menuju Surabaya dapat dialihkan melalui exit Tol Grati. Sedangkan arus sebaliknya diarahkan masuk ke Tol Sutojayan.

Polres juga menerapkan pengamanan berbasis rasio personel terhadap jumlah penduduk untuk menjaga titik rawan kriminal. Tujuannya, memastikan cakupan pengawasan tetap optimal di wilayah hukumnya.

“Setiap 1 personel melakukan pengamanan 1.410 warga di wilayah masing-masing dalam luas 317,51 kilometer persegi di wilayah hukumnya,” sampainya.

Dinas Perhubungan Kota Pasuruan menyatakan siap mendukung pengaturan lalu lintas sesuai arahan kepolisian. Termasuk penyesuaian rambu dan pengalihan arus jika diperlukan.

“Kami juga mendirikan pos pelayanan tambahan di kantornya. Lengkap dengan fasilitas pendukung bagi pemudik, termasuk bahan bacaan untuk beristirahat,” katanya. (tom/zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tol #pasuruan #lebaran #arus mudik #polisi