Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bedah 150 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Pasuruan Terus Dimatangkan

Fahrizal Firmani • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:05 WIB
Ilustrasi (Dokumen Jawa Pos)
Ilustrasi (Dokumen Jawa Pos)

PASURUAN, Radar Bromo - Rencana pemkot memperbaiki sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Pasuruan, terus dimatangkan.

Saat ini, pemkot masih melakukan verifikasi dan validasi (verval) terkait calon penerima bantuan. Program ini menyasar 150 unit.

Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Pasuruan, Wisnu Bagya Winarsa menyebut jumlah RTLH yang direhab tahun ini melalui APBD sebanyak 150 unit. Tersebar di 34 kelurahan, yang ada di empat kecamatan.

Setiap penerima, bakal mendapatkan anggaran rehab yang sama. Yakni sebesar Rp 17,5 juta untuk membeli bahan material bangunan.

Serta untuk membayar ongkos tukang. Pelaksanaannya masih menunggu verval calon penerima rampung.

"Program RTLH bakal menyasar 150 penerima tahun ini. Saat ini, proses verval bagi calon penerima masih dilakukan," jelasnya.

Wisnu menyebut, verval dilakukan untuk memastikan penerima sudah tepat sasaran.

Sehingga, memang benar dari kalangan tidak mampu dan rumahnya sesuai kriteria RTLH. Diharapkan proses verval ini bisa rampung di triwulan kedua.

Diketahui, program rehab RTLH digulirkan sejak 2017 lalu. Pemkot telah memperbaiki 1.838 RTLH.

Awalnya, ada 2.540 unit RTLH. Selama 2018 hingga 2022, ada 1270 RTLH yang tertangani.

Pada 2023 lalu, ditargetkan 300 RTLH bisa ditangani. Namun, hingga akhir Desember, realisasinya hanya 283 rumah.

Lalu 2024, usulannya 300 RTLH, dan terealisasi 285 unit. Dan tahun 2025 lalu yang digarap sebanyak 300 RTLH menggunakan APBD Pemprov. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #rtlh #rumah #Perbaikan #bantuan