MOMEN Ramadan selalu identik dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umat Islam berlomba-lomba mencari pahala dengan kegiatan yang dianjurkan. Di antaranya, memperbanyak membaca Alquran atau tadarus di masjid. Seperti di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Setiap malam selama Ramadan, banyak jemaah pria dan perempuan melakukan tadarus Alquran di Masjid Baiturrahman. Uniknya, dalam semalam, mereka membatasi hanya dua juz yang dibaca.
Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Suwono mengatakan, selama Ramadan, kegiatan yang dilakukan di masjid cukup banyak. Di antaranya, buka bersama dan tadarus. Tadarus dilaksanakan oleh jemaah laki-laki dan perempuan. Namun, mereka membaca Alquran sendiri-sendiri.
”Baik jemaah laki-laki ataupun perempuan sama-sama membaca Alquran. Setiap harinya membaca dua juz,” katanya.
Ia membatasi hanya dua juz demi pertimbangan penggunaan speaker masjid, sehingga tidak sampai mengganggu orang lain yang sedang beristirahat. Tadarus bisa selesai lebih cepat. Maksimal 30 menit sudah rampung. Dimulai pukul 20.00 usai salat tarawih dan selesai pada pukul 20.30.
Setiap harinya, banyak warga yang datang untuk meramaikan tadarus. Dari berbagai usia, mulai belasan sampai usia 50-an. Memang sejak sebelum Ramadan, pihaknya sudah menyampaikan kepada jemaah soal pelaksanaan tadarus.
“Alhamdulillah, selalu ramai. Jemaah juga paham dengan tadarus yang dibatasi hanya dua juz. Mereka bisa melanjutkan dengan membaca sendiri di rumah," kata Suwono.
Selain itu, selama Ramadan, di Masjid Baiturrahman, juga diisi dengan pengajian sore sebelum masuk waktu berbuka puasa. Ada tujuh ustadz yang bergantian mengisi materi selama tujuh hari. Lebih banyak dari hari biasa. Di luar Ramadan, pengajian ini hanya dilaksakan pada Senin dan Kamis.
Takmir juga memberikan kesempatan kepada warga untuk memberikan menu takjil untuk berbuka puasa. Menu yang diberikan tidak dibatasi. Boleh nasi, boleh kue, atau gorengan dan lainnya. Pihak takmir biasanya langsung menyisihkan sebagian takjil untuk jemaah yang mengikuti tadarus.
”Pemberian takjil dipergilirkan 15 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan lima sampai tujuh orang. Setiap kelompok bisa mengirim dua kali,” tambah Sekretaris Takmir Masjid setempat, Muhamad Arifin.
Meski begitu, saat tadarus, selalu ada warga yang datang membawa makanan. Bahkan, tidak jarang ada warga yang membawakan makanan selama sebulan penuh. Tentu pihaknya tidak membatasi. Bisa jadi, mereka ingin berbagi agar mendapatkan berkah dan pahala besar selama Ramadan.
Suwono mengatakan, tadarus ini berjalan hingga malam ke-20. Saat memasuki malam ke-21 hingga akhir Ramadan, tadarus dilakukan dengan berkeliling. Masjid Baiturrahman memiliki kesepakatan dengan enam musala dan dua masjid lainnya di RW 1, RW 2, dan RW 5 untuk melakukan tadarus keliling.
Caranya, setiap masjid dan musala menyelesaikaan khataman mereka hingga juz 30 di masjid dan musala masing-masing. Lalu, saat kebagian tempat, masjid atau musala tinggal membacakan doa khataman. Tujuannya, untuk meningkatkan persatuan dan kesetuan antar warga.
”Jadi, saling mengenal. Tadarus keliling ini juga meningkatkan ukhuwah islamiyah. Persaudaraan sesama umat Islam,” ujar Suwono. (fahrizal firmani/rud)
Editor : Fahreza Nuraga