PASURUAN, Radar Bromo - Di tengah kepungan toko modern dan tren belanja daring yang kian masif, eksistensi pasar desa di Kabupaten Pasuruan tengah diuji.
Mampukah pasar-pasar desa yang ada bisa terus tumbuh. Atau, malah akan layu dan mati, lantaran tak mampu bersaing.
Problematika inilah yang akan menjadi diskusi dalam program talkshow Jagongan Wakil Rakyat (Jawara).
Kegiatan yang diselenggarakan DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Jawa Pos Radar Bromo ini, akan berlangsung Minggu (15/3).
Balai Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, akan menjadi venue jalannya kegiatan. Acara bertajuk Pasar Desa di Tengah Gempuran Modernisasi dan Toko Modern tersebut, akan menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat dan Kades Bulusari, Siti Nurhayati sebagai narasumbernya.
Menurut Samsul Hidayat, keberadaan pasar desa bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan simbol ketahanan ekonomi lokal yang harus diproteksi.
"DPRD Kabupaten Pasuruan akan terus bersinergi untuk kemajuan daerah, termasuk memastikan pasar-pasar desa kita, memiliki daya saing. Kita ingin pasar desa tidak hanya bersih secara fisik, tapi juga modern dalam manajemen tanpa meninggalkan kearifan lokalnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bulusari, Nurhayati, mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Desa Bulusari terus berupaya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola potensi ekonomi, termasuk penguatan unit usaha yang mendukung ekosistem pasar desa. (one/*)
Editor : Jawanto Arifin