PASURUAN, Radar Bromo-Indeks Pembangunan Literasi (IPL) di Kota Pasuruan, anjlok.
Sempat berada di level tinggi dengan angka 85,37 pada 2024, namun di tahun 2025 IPL Kota Pasuruan hanya 21,25. Penyebabnya, dimensi penghitungannya berbeda.
IPL adalah indikator yang diukur perpustakaan nasional untuk menilai kualitas, akses dan keterlibatan masyarakat terhadap perpustakaan.
Ini mencerminkan ketersediaan atau ketercukupan sarana prasarana perpustakaan bagi masyarakat.
Termasuk di dalamnya, kegiatan, jumlah tenaga kerja yang dimiliki hingga jumlah koleksi buku yang tersedia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Pasuruan, Mahbub Effendi menyebut IPL Kota Pasuruan terjun bebas tahun lalu.
Hanya di angka 21,15. Jauh dari dua tahun srbelumnya. Pada 2023 dan 2024, IPL berada di level tinggi. Masing-masing di angka 84,38 dan 85,37.
"Pada 2023 dan 2024, IPL Kota Pasuruan masuk kategori tinggi. Termasuk daerah dengan IPL tertinggi di Jawa Timur," katanya.
Penyebabnya, indikator penghitungannya berbeda. Pada 2023 dan 2024, indikatornya adalah kepatuhan dan kinerja.
Diantaranya pelayanan kepada masyarakat, kegiatan yang melibatkan masyarakat, koleksi buku hingga sarana yang dimiliki yang berkaitan dengan literasi.
Sementara tahun 2025 lalu, meski dimensi penghitungan tetap pada kinerja dan kepatuhan, tapi variabelnya berbeda.
Ada variabel terkait tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan.
Kondisi ini membuat IPL anjlok. Dengan angka 21,25, maka masuk kategori rendah.
"Salah satu upaya Disperpusip adalah meningkatkan jumlah koleksi buku, dan mendorong perpustakaan di setiap kecamatan," jelas Mahbub. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga